Berevolusi, Black Cab London Akan Gunakan Semi-Electric Vehicle

Sumber: standard.co.uk

Dalam upaya untuk mengatasi masalah polusi udara yang semakin meradang, London Electric Vehicle Company (LEVC) akan menyediakan armada baru untuk TX Black Cab yang digadang akan berjalan dengan nol emisi pada tahun 2018 mendatang. Untuk masalah bentuk, salah satu ikon London ini tetap mempertahankan gaya retro-nya, walaupun ada sedikit perubahan, dan tentu saja dengan balutan warna hitam yang menjadi ciri khas dari taksi yang dikenal juga dengan nama Hackney Carriage ini.

Baca Juga: Hampir Hilang dari Peradaban, Black Cab Malah Pasang Stiker Visit Indonesia

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman standard.co.uk (17/9/2017), mikrofon interkom akan ditempatkan di pilar jendela di depan bangku belakang, bukan lagi di langit-langit mobil. Perubahan titik pemasangan mikrofon tersebut akan memudahkkan penumpang untuk berkomunikasi dengan pengemudi. Selain itu, moda tersebut juga akan dilengkapi dengan empat buah port USB berdaya 230V serta on-board WiFi.

TX Black Cab ini sendiri akan menggunakan alumunium ringan sebagai bahan dasar pembuatan rangka dan body-nya, sebagaimana yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh Transport for London (TfL). Tenaga dari Electric Vehicle dihasilkan dari motor listrik 145bhp, menggunakan mesin bensin tiga silinder 1,3 liter yang dikembangkan oleh Volvo sebagai generator untuk baterai besar dan motor listrik. Dengan begitu, moda ini bisa menempuh jarak total hingga 400 mil (643 km), atau dengan rentang jarak EV murni mencapai 70 mil (112 km) dari total jarak tersebut.

Dengan spesifikasi seperti itu, diperkirakan rata-rata pengemudi bisa berkeliling hingga 120 mil (193 km) dalam sehari, dan dapat menghemat hingga 100 poundsterling per minggu untuk bahan bakar. Perhitungan tersebut didasarkan pada pengemudi yang mulai mengoperasikan taksinya di pagi hari dan memberlakukan tarif flat. Direncanakan, sekitar 300 stasiun pengisian daya akan tersedia di penghujung tahun 2018 mendatang. Rata-rata, taksi tersebut membutuhkan waktu 30 menit untuk mengisi daya mobil sebesar 80 persen.

Baca Juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London

Diketahui, The London Taxi Company pernah dipinang oleh produsen mobil Cina, Geely pada tahun 2012 silam, dan juga turut menginvestasikan dana sebesar 275 juta poundsterling. Hal tersebut bertujuan untuk memasok taksi berbahan bakar bensin – listrik di London, jauh sebelum TfL memperkenalkan undang-undang mengenai emisi yang baru. CEO dari LEVC, Chris Gubbey mengatakan pengembangan kendaraan listrik ini tengah dilakukan di sejumlah kota di Eropa. “Penting bahwa ini juga akan diluncurkan di seluruh Eropa, karena ada investasi yang cukup besar untuk proyek ini,” kata Chris.

“Pemasaran ini mungkin agak sedikit alot, namun kamu sebagai warga London terus berusaha untuk memperbaiki kualitas udara di sini,” imbuh Chris.