Beragam Alasan Hidangan di Kabin Pesawat Tak Senikmat di Darat

Berada di ketinggian 10 ribu meter membuat selera makan mungkin tak seenak di daratan. Apalagi makanan yang dimakan memiliki cita rasa sedikit unik dibandingkan dengan makanan yang ada di darat.

Bahkan ada yang mengatakan alasan makan pada ketinggian 10 ribu meter karena tidak ada pilihan kecuali kelaparan. Hingga beberapa maskapai merekrut koki terkenal demi menyiapkan menu dalam penerbangan. KabarPenumpang.com merangkum dari news.com.au, ada banyak faktor yang berperan dalam hal ini mulai dari desain pesawat, keselamatan dan sains.

Baca juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!

1. Taste tidak terlalu baik
Indera perasa dan penciuman dalam kabin bertekanan akan berkurang secara signifikan. Hal ini mempengaruhi kepekaan Anda terhadap rasa manis dan asin yang berkurang hingga 30 persen selama penerbangan. Koki yang pandai, tahu akan masalah ini dan mengatakan memberi bumbu berlebih.

Alfred Portale dari Gotham Bar and Grill Michelin yang membuat masakan untuk Singapore Airlines mengatakan, garam dan merica paling sering digunakan dan untuk mendongkrak rasa bisa ditambah dengan banyak rempah atau menambahkan unsur-unsur rempah dipiring untuk membuat Anda lebih merasakan makanan. Untuk makanan pesawat lebih cocok seperti makanan kari yang memiliki rempah berlimpah dalam masakannya.

2. Tak bisa merencanakan makanan
Tidak mungkin memasak dalam pesawat, jadi makanan yang Anda pesan biasanya sudah dimasak dari awal sebelum masuk ke kabin. Karena makanan ini hanya akan dipanaskan di microwave atau oven yang ada di dapur kabin. Dengan rendahnya tekanan udara di kabin juga bisa memperlambat proses memasak.

“Sebenarnya sangat sulit memasak di kabin. Mereka umumnya melakukan pemanasan ulang (memanaskan masakan),” ujar Johhn Hansman dari Pusat Transportasi Udara Internasional di Massachusetts Institute of Technology.

3. Tak perlu pisau untuk memotong steak
Tak perlu berimajinasi untuk tidak mengarahkan pisau steak saat makan daging. Sebab banyak makanan pesawat yang di masak dengan kematangan berlebih, baik saat direbus ataupun di kukus sehingga makanan bisa dipotong dengan mudah.

“Maskapai telah menemukan bahwa, jika Anda juga bisa memakan daging dengan mudah, Anda praktis tidak memerlukan pisau karena daging terlalu matang sehingga mudah untuk dipotong dengan garpu,” kata Guillaume de Syon dari Pennsylvania’s Albright College.

4. Pelayanan makanan sudah berubah
Penumpang pesawat beberapa dekade lalu manifest penumpang lebih kecil dan terkadang hanya sebanyak 50 orang. Ini memungkinkan awak kabin untuk menawarkaan layanan makanan yang lebih personal pada setiap penumpang pesawat.

Baca juga: Lima Maskapai Ini Kondang dengan Sajian Makanan Yang Buruk

Namun kini, pesawat sudah berkembang dan membawa lebih dari 300 orang yang pastinya butuh makan. Dalam hal ini awak kabin harus memberi layanan makanan dengan segera. Apalagi saat ini banyak perusahaan penerbangan yang menambahkan kursi lebih banyak dalam kabin dan fokus penumpang terkadang kurang.

“Karena ketertarikan untuk mengurangi biaya, banyak maskapai mencoba menempatkan lebih banyak kursi di pesawat terbang. Itu adalah bagian dari alasan Anda melihat beberapa maskapai penerbangan tidak memiliki layanan makanan panas, karena mengurangi ukuran dapur dan memberi ruang untuk tempat duduk,”ujar John Hansman.