Benny S Butarbutar – Meski Jadi Orang Airlines, Profesi Wartawan Tetap di Hati

Benny Siga Butarbutar (KabarPenumpang.com)

Namanya terbilang sering dimuat dalam pemberitaan seputar dunia penerbangan nasional, inilah Benny Siga Butarbutar, Vice President Corporate Communication PT Citilink Indonesia, yang sebelumnya juga pernah menempati posisi yang sama di maskapai Garuda Indonesia. Pribadinya yang ramah dan mudah bergaul dengan awak media menjadikan sosok Benny incaran bagi pemburu berita. Siapa sangka ternyata awal karirnya justru karena tak sengaja masuk dalam dunia Humas atau biasa disebut Public relation (PR).

Baca juga: Soerjanto Tjahjono – “Ilmu Yang Diterapkan Langsung, Jadi Kunci Kesuksesan Kinerja di KNKT”

Selepas lulus dari Universitas Indonesia, Benny meniti karir dari seorang wartawan di Kantor Berita Antara dan memulai penugasan pertamanya di desk kriminal. Masuk Antara sebagai wartawan pemula di tahun 1992 hingga puncaknya pada tahun 2014 saat dirinya menduduki posisi Manager Pemberitaan Internasional. Selama di Antara, Benny sudah kenyang asam garam dalam peliputan, mulai dari meliput Perang Bosnia, peliputan di Timor Leste, dan kemudian dipercaya ke Jepang dari tahun 2006-2008 untuk menjabat sebagai Kepala Biro Antara di Tokyo. Baginya, pencapaian terbaik selama menjadi wartawan saat dirinya bisa mewawancarai seorang kepala negara ditempat dirinya bertugas.

“Saya pernah mewawancarai Perdana Menteri Jepang tahun 2007 saat menjadi Kepala Biro Antara di Tokyo. Saat itu PM nya adalah Fukuda,” ujar Benny yang ditemui KabarPenumpang.com (7/11/2017).

Dia mengatakan, sebutan wartawan tak akan lepas dari dirinya, dimanapun berada walau sudah tak lagi meliput, bisa dikatakan kemampuan jurnalistik adalah passion tersendiri. Kala menjadi wartawan pemula, penugasan di desk kriminal adalah tempaan yang pernah dilupakan. “Senior saya pernah bilang, kamu harus bangga ditugaskan di desk kriminal, soalnya desk ini bisa mengajarkan banyak hal,” ungkap Benny dengan bangga kepada KabarPenumpang.com.

Selama menjalani aktivitas sebagai jurnalis di Antara, selama tujuh tahun dari 2010 Benny juga mengajar di salah satu universitas swasta nasional. Tahun 2014 menjadi momen penting karirnya, kala itu Benny di tarik ke Citilink setelah menyatakan pensiun dini dari Antara. Kemudian pada 2015-2017 dirinya ditarik ke Garuda Indonesia dan sejak Mei 2017 kembali ke Citilink yang telah membesarkan namanya.

Menjadi seorang VP Corporate Communication sebenarnya tidak ada dalam impian Benny sejak awal. “Saya ini tipikal setia dalam satu bidang, sebenarnya peluang saya untuk berkarir maksimal di dunia jurnalistik terbuka pada tahun 2000, saat mengajar dan banyak peruahaan yang meminta untuk bergabung.”

Namun setelah bergabung di Citilink, dirinya sadar untuk berbagi tentang dunia media ke lingkungan corporate communication, baik di Garuda Indonesia maupun Citilink. Menurutnya media adalah tempat untuk merealisasikan sebuah berita dan juga bisa menjadi partner yang baik dalam sebuah pemberitaan. “Bekerja di sini tuntutan memang lebih tinggi dan cepat terlihat apalagi bila lambat dalam merespon, dampaknya ke bisnis bisa lebih cepat,” ujarnya.

Baca juga: Menanti Putusan Kenaikan Tarif Batas Bawah, Citilink Bersiap Meningkatkan Pelayanan

Ayah dari dua anak perempuan ini tak pernah merasa berada diatas, melainkan tetap menyamakan dirinya dengan yang lain. Pria kelahiran Jakarta, 10 Juli 1968 ini juga menegaskan passion terbesarnya adalah menjadi wartawan yang menulis segala hal. Dia berpesan bagi wartawan untuk terus mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai seminar, sebab dengan ikut banyak seminar pengetahuan akan terus bertambah.

“Sebagai seorang wartawan harus memiliki pengetahuan luas dan saya punya prinsip BMW yakni Bergaul, Membaca dan Wisata. Dari tiga hal ini semua ilmu bisa didapatkan. Saya masih mau tetap jadi wartawan, tapi kawan-kawan di airline kadang bilang itu tak akan bisa, karena industri ini (penerbangan – red) punya magnet yang tinggi dan memang betul,” ungkap Benny.