Bebaskan Landing Fee Bagi Maskapai Baru, Angkasa Pura I Dukung Sektor Wisata NTT

Sebagai salah satu lokasi wisata yang menyuguhkan keindahan pemandangan dan kebudayaan uniknya, Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa dibilang masih kurang tereksplotasi oleh para wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Untuk mendukung pengembangan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), PT Angkasa Pura I melakukan beberapa tindakan, salah satunya adalah memberikan insentif bagi maskapai yang membuka rute scheduled flight baru dari dan ke Bandara El Tari di Kupang.

Baca Juga: Horee! Sriwijaya Air Akhirnya Buka Rute Menuju Raja Ampat

Lansiran KabarPenumpang.com dari siaran pers, salah satu keuntungan dari pihak maskapai yang membuka rute perjalanan dari dan ke Kupang akan mendapat jatah bebas landing fee. “Untuk menjaga pertumbuhan jumlah wisatawan yang tinggi ke NTT, Angkasa Pura I memberikan berbagai insentif kepada maskapai seperti penggratisan landing fee selama 6 bulan bagi maskapai yang membuka rute scheduled flight baru ke dan dari Kupang,” ungkap Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Moch. Asrori.

Tidak hanya dibebaskan dari landing fee, para maskapai yang hendak membuka rute baru dari dan ke Kupang juga akan menerima keuntungan lain, yaitu media promosi. “Maskapai juga mendapatkan free pemasangan spanduk selama satu bulan di bandara untuk kepentingan promosi mereka dan inaugurasi gratis di bandara,” imbuhnya. Jelas, ini merupakan suatu penawaran yang patut dipertimbangkan oleh para penyedia jasa layanan penerbangan domestik. Selain disinyalir bisa meningkatkan pendapat mereka, para pihak maskapai juga dapat membantu program pemerintah untuk mendorong sektor pariwisata.

Selain itu, PT Angkasa Pura I Cabang Bandara El Tari Kupang juga menginisiasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Collaborative Destination Development (CDD) Kupang dan mendukung kegiatan Komodo Travel Mart (KTM), dengan topik “Collaboration to Improve Tourism Industry in East Nusa Tenggara”. Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis (19/10/2017) ini merupakan tindak lanjut dari CDD Kupang yang sebelumnya diselenggarakan pada Februari 2016 yang turut melibatkan perwakilan pemerintah setempat dari Dinas Pariwisata, Pemerintah Provinsi, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of Indonesian Tours and Travel Agent (ASITA), serta pelaku usaha di bidang pariwisata lainnya.

Sedangkan Komodo Travel Mart merupakan salah satu ajang tahunan ASITA dalam rangka mempertemukan para travel agent domestik dan internasional untuk dapat bekerja sama dan melakukan promosi paket perjalanan wisata di NTT. Untuk semakin meningkatkan dampak positif, ASITA dan Angkasa Pura I melakukan kolaborasi dengan menggabungkan acara CDD dan KTM.

Baca Juga: Pulau Rote, Strategis Bagi Perbatasan, Inilah Keindahan di Ujung Selatan Indonesia

“Penggabungan penyelenggaraan kegiatan CDD dan Komodo Travel Mart merupakan tindak lanjut dari CDD tahun 2016 di mana kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga-lembaga pariwisata di NTT merupakan poin penting dalam pengembangan pariwisata. Dengan digabungkannya penyelenggaraan dua kegiatan ini, diharapkan dapat membantu para agen wisata domestik dan internasional untuk membawa lebih banyak wisatawan datang ke Nusa Tenggara Timur,” papar Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Danang S. Baskoro.

Penyelenggaraan CDD pada Februari 2016 lalu secara tidak langsung memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke NTT. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan jumlah wisatawan secara drastis periode 2015-2016 sebesar 101% dari 441.316 wisatawan domestik dan internasional pada 2015 menjadi 889.833 wisatawan pada 2016. Sementara pertumbuhan tahun sebelumnya hanya 11%  yaitu 397.543 wisatawan pada 2014 menjadi 441.316 pada 2015.