Atasi Masalah Polusi, Inggris Larang Mobil Diesel dan Bensin di Tahun 2040

Sumber: wiwo.de

Kehadiran kendaraan listrik belakangan ini yang dinilai sebagai kendaraan masa depan ditanggapi serius oleh beberapa pihak, salah satunya adalah otoritas di Inggris. Mereka berencana untuk melarang penjualan mobil berbahan bakar diesel dan bensin pada tahun 2040 mendatang. Hal tersebut dipertegas oleh pernyataan yang dilontarkan oleh Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup, Michael Gove yang menyebutkan bahwa Inggris tidak dapat melanjutkan pengoperasian mobil berbahan bakar diesel karena akan semakin merusak lingkungan akibat polusi yang ditimbulkan.

Baca Juga: Ternyata! Jakarta Dijadikan Panutan Dalam Program Pengurangan Polusi di Sydney

“Tidak ada opsi lain selain merangkul teknologi baru,” tuturnya, sebegaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (25/7/2017). Namun, salah satu solusi untuk mengentaskan masalah polusi tersebut dinilai terlalu terburu-buru oleh perusahaan listrik dan gas multinasional asal Inggris, National Grid. Mereka menyebutkan bahwa pengoperasian mobil listrik terlalu mahal dan dianggap kurang praktis. Dalam laporannya, National Grid mengungkapkan permintaan terhadap pasokan listrik di Inggris akan meningkat sekitar 30 gigawatt dari angka yang sekarang, yaitu 61GW.

Angka tersebut akan setara dengan 10 kali lipat jumlah daya yang dikeluarkan oleh stasiun tenaga nuklir Hinckley Point C yang baru dibangun di Somerset. National Grid memprediksi pihak Inggris akan semakin bergantung pada impor listrik yang diperkirakan akan mengalami peningkatan sekitar 10 persen. Permasalahan pelik ini tidak hanya menghantui otoritas setempat, melainkan pengemudi kendaraan berbahan bakar diesel juga akan dikenakan biaya tambahan karena dianggap telah menyebarkan polusi. Tidak hanya itu, mereka juga dilarang mengemudi dikala peak hours.

Beranjak dari problematika tentang pengadaan mobil listrik, para menteri telah mengidentifikasi setidaknya ada 81 jalan utama dari 17 kota yang dianggap paling besar menyumbangkan polusi, dan masalah ini memerlukan tindak cepat dari pemerintah. Adapun strategi yang coba ditawarkan kepada pihak pemerintah adalah dengan melakukan uji coba pengurangan emisi. Adapun uji coba tersebut melingkupi peremajaan kendaraan diesel yang dianggap paling banyak menyebar polusi, mengubah tata letak jalan, hingga menghilangkan gundukan penghambat laju.

Terlepas dari identifikasi tersebut, sebuah riset baru menunjukkan bahwa 48 dari jalan yang paling tercemar berada di London. Sementara daerah lain yang telah diidentifikasi adalah Birmingham, Derby, Leeds, Nottingham, Southampton, Bristol, Bolton, Manchester, Bury, Coventry, Newcastle, Sheffield, Belfast, Cardiff dan Middlesborough. Oleh karenanya, sejumlah pihak mendesak agar pemerintah setempat dapat memberlakukan pembatasan terhadap kendaraan diesel secepatnya pada tahun 2020 mendatang. Setidaknya dengan diberlakukannya pembatasan ini, maka diharapkan tingkat emisi nitrogen dioksida yang sangat berbahaya bisa diredam.

Baca Juga: Ford Hadirkan Layanan Bike Sharing, Kok Bisa?

Sebaliknya, pemerintah akan merundingkan tentang pemberlakuan skema scrappage yang rencananya akan digelar pada musim gugur mendatang. Skema scrappage ini merupakan kebijakan pemerintah terhadap warga Inggris untuk membeli kendaraan baru dan menjual kendaraan lamanya yang berumur sudah lebih dari 12 bulan. Lebih lanjut, pemerintah menargetkan untuk menghentikan penjualan mobil diesel pada tahun 2040 mendatang. Kemudian pada tahun 2050, diharapkan Inggris sudah bebas sepenuhnya dari pengguna kendaraan berbahan bakar diesel.