Aplikasi ini Dirancang Untuk Sadarkan Pengemudi Lelah dan Mengantuk

Prof. Cheung Yiu-Ming. Sumber: newatlas.com

Mengantuk memang menjadi salah satu faktor tingginya kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh human error. Untuk beberapa mobil modern keluaran terbaru, kini sudah dilengkapi dengan sistem yang menggunakan sensor seperti kamera built-in untuk mendeteksi pengemudi yang sudah mulai mengantuk. Namun bagaimana jika mobil yang Anda gunakan merupakan mobil tua yang tidak memiliki sensor semacam itu?

Tidak perlu cemas, Prof. Cheung Yiu-Ming dari Hong Kong Bapist University bersama timnya telah mengembangkan sebuah sistem berbasis smartphone yang dapat melakukan pekerjaan yang sama seperti sensor pendeteksi rasa kantuk tersebut. Anda diwajibkan untuk menyimpan smartphone Anda di dashboard, sehingga kamera depan dapat memantau wajah Anda saat berkendara. Dampak positif dari penemuan ini adalah Prof. Cheung Yiu-Ming yang berhasil menyabet dua hadiah utama, salah satunya dalam pagelaran International Exhibition of Inventions of Geneva ke-45 yang diadakan pada April 2017 kemarin. Agar sistem tersebut tidak diambil alih oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, maka tim mengajukan permohonan hak cipta untuk sistem tersebut.

Baca juga: Lakukan Napping, Tidur 20 Menit Untuk Kembali Segar Dalam Berkendara

Cara kerja dari sistem ini adalah dengan cara mendeteksi perubahan yang terjadi pada kelopak mata serta posisi kepala. Perubahan mikro yang dilakukan tanpa kita sadari terkadang menunjukkan bahwa kita sedang merasa kelelahan hingga mengantuk. Bila sistem menangkap sinyal yang mengindikasikan bahwa kita sedang mengantuk, maka alarm  akan berbunyi untuk mengingatkan sang pengemudi yang mengantuk tersebut. Alarm tersebut hanya bisa dimatikan dengan memasukkan kode atau melalui perintah suara. Selama kode tersebut salah, atau sang pengemudi masih belum menyadari bahwa alarm tersebut menyala, maka suara bising yang dikeluarkan oleh sistem tersebut akan terus menyala.

Menurut sang kepala peneliti, teknologi ini tidak memerlukan perangkat keras peripheral atau perangkat yang harus dihubungkan ke komputer selain telepon itu sendiri, harganya yang bisa dibilang terjangkau, serta mudah digunakan. Dirasa sistem seperti ini sangat penting bagi para pengemudi, lalu mendorong para ilmuwan di Dartmouth University menciptakan sistem dengan fungsi yang sama, bernama CarSafe.

Baca juga: PT Angkasa Pura II Mudahkan Parkir Inap dengan Aplikasi “Parkir Inap Angkasa Pura II”

Dilansir KabarPenumpang.com dari ien.com, Senin (12/6/2017) Prof. Cheung Yiu-Ming mengatakan sistem baru ini dianggap sangat cocok untuk semua jenis pengemudi. “Namun lebih diutamakan bagi para pengemudi professional dan pengemudi yang sudah mengendarai kendaraannya berjam-jam lamanya,” tutur Prof. Cheung Yiu-Ming. Dengan adanya sistem baru seperti ini, diharapkan angka kecelakaan yang disebabkan oleh human error bisa diminimalisir. Ada baiknya, jika Anda mulai mengantuk, menepilah sejenak untuk beristirahat. Usahakan untuk tidak meminum minuman berkafein, karena itu hanya menunda rasa kantuk Anda, bukan menghilangkannya.