Alami Krisis Penerbang, Ryanair Undang Mantan Pilot Untuk Bergabung Kembali

(corporate.ryanair.com)z

Bila di Indonesia saat ini ada sekitar 1.200 pilot yang menganggur, maka lain hal dengan di Irlandia, negara di Eropa Barat ini justru kekurangan pilot, bahkan salah satu maskapai kenamaan asal Irlandia, Ryanair baru-baru ini dikabarkan telah mengirim email kepada para mantan pilotnya dan meminta mereka untuk kembali menerbangkan pesawat.

KabarPenumpang.com yang melansir dari laman telegraph.co.uk (18/10/2017), dimana maskapai LCC tersebut terpaksa membatalkan sekitar 700 ribu penerbangannya karena banyak pilot yang tak lagi mau menerbangkan pesawat.

Baca juga: Peluang Pendapatan Baru, LCC Mulai Kenakan Biaya Untuk Bagasi Kabin

Dari pemberitaan yang beredar menyebutkan, Ryanair kekurangan pilot dan kopilot lantaran kedua awak tersebut banyak yang telah meninggalkan perusahaan. Chief executive Ryanair, Michael O’Leary awalnya membantah hal tersebut terjadi. Tetapi dalam sebuah email manager operasional Ryanair,  Elaine Griffin telah meminta para mantan pilot untuk kembali bekerja ke maskapai tersebut. Untuk menarik perhatian, pihak maskapai memberikan kenaikan gaji serta jaminan kondisi kerja yang lebih baik.

“Saya harap Anda baik-baik saja sejak Anda meninggalkan Ryanair. Namaku Elaine Griffin dan aku adalah manager operasional bari di penerbangan Ryanair. Kami saat ini merupakan tim beranggotakan empat orang yang berlipat ganda menjadi delapan sebagai bagian dari dorongan Ryanair untuk secara signifikan mengubah cara kami memberi penghargaan dan berinteraksi dengan pilot kami, memperbaiki lingkungan kerja dan pengembangan karir mereka,” tulisnya.

Email itu juga berisi keterangan bahwa Ryanair sudah menaikkan tingkat gaji pilot dan kopilot sekitar 20 persen dan meingkatkan sumber daya secara signifikan dalam pengembangan percontohan, pengendalian awak, pengelolaan basis serta pelatihan.

“Kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan namun kami telah melakukan perubahan signifikan dan merencanakan lebih banyak lagi untuk tahun 2018 (termasuk sistem/proses cuti tahunan yang baru) karena kami berusaha menjadikan Ryanair sebagai pilihan bagi 737 pilot di Eropa. Jika Anda tertarik untuk berbicara kembali tentang Ryanair, kami akan senang mendengarkannya,” ujar Elaine lagi pada email tersebut.

Baca juga: Terima Pesan Hoax, Eurofighter Typhoon Inggris Paksa Mendarat Ryanair

Menanggapi email tersebut, seorang pilot Ryanair yang telah bekerja di maskapai penerbangan tersebut selama hampir satu dekade mengatakan, langkah manajemen mengirim email menunjukkan pihak maskapai yang tengah putus asa untuk kembali merekrut dan menghentikan eksodus.

“Bukan karena masalah uang tetapi kontrak agar diperbaharui sehingga menjadi up to date,” ujar pilot tersebut.