Kedatangan pesawat Airbus A380 ke-100 milik maskapai yang ber-homebase di Dubai ini disambut oleh CEO dan President Emirates Airlines HH Sheik Ahmed bin Saeed Al-Maktoum dan Sir Tim Clark pada 12 September lalu. Kedatangan pesawat A380 juga menandakan sudah sepuluh tahun sejak Emirates mulai menerbangkan pesawat andalannya ini.
Baca juga: 32 Tahun Mengangkasa, Inilah Kaleidoskop Emirates
KabarPenumpang.com merangkum dari paddleyourownkanoo.com (3/11/2017), Sheik Ahmed berkomitmen bahwa Emirates tetap akan menggunakan Airbus A380. Diketahui komentar ini mengikuti spekulasi dimana Airbus mungkin akan menghentikan super jumbo karena sedikitnya pembelian dari maskapai lain.
Sir Tim Clark mengatakan selain memiliki Airbus A380, pihaknya juga tertarik jika Airbus mengembangkan versi Neo yang sudah ada saat ini. Sementara itu, Airbus sendiri sudah siap untuk melakukan proyek tersebut dengan merancang ulang aspek pesawat agar lebih hemat bahan bakar.
Dubai AirShow yang akan diadakan di Uni Emirat Arab akhir November 2017 ini, Sheikh Ahmed mengatakan akan mengumumkan sebuah hal baru untuk Airbus A380-nya. Dimana Airbus terbaru yang dimiliki Emirates ini didukung dengan empat mesin Rolls Royce Trent 900 dengan lounge onboard ikonik.
Airbus A380 ke-100 ini nantinya memiliki 14 suite kelas satu yang pernah memenangkan penghargaan desain internasional dan 76 kursi kelas bisnis yang tersebar di kabin atas. Sedangkan kabin utama diisi dengan 436 kursi kelas ekonomi.
Ada yang unik dari Airbus A380 ke-100 yang dimiliki Emirates ini, yakni akan dibalut livery pesawat dengan gambar Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, presiden pertama Uni Emirat Arab. “Ini adalah saat yang luar biasa bagi Emirates, Airbus dan banyak mitra kami yang terlibat dalam program A380,” ujar Sheikh Ahmed.
Baca juga: Lebih Mewah dan Super Mahal, Singapore Airlines Sulap Suite Kelas Satu di Airbus A380
Dia mengklaim bahwa keterlibatan Emirates dalam proyek ini telah mengamankan pekerjaan ribuan orang di seluruh dunia dan memberikan konstribusi signifikan terhadap ekonomi negara-negara dimana pesawat ini mengudara. “Tidak ada keraguan bahwa A380 memiliki dampak positif yang besar pada manufaktur kedirgantaraan dan industri penerbangan yang lebih luas, mendukung ratusan ribu pekerja serta menstimulasi inovasi dan pengembangan produk baru,” ujarnya.
Awalnya Airbus A380 dirancang untuk memenuhi kebutuhan maskapai penerbangan yang berkembang pesat untuk masuk ke bandara slot constrined seperti London Heathrow dan New York JFK. Namun Sheikh Ahmed mengatakan, bahwa pesawat tersebut menstimulasi pertumbuhan penumpang di bandara sekunder seperti Manchester bahkan di Mauritius.
Emirates menerima Airbus A380 nya pada tahun 2008 lalu dan menjadi pesawat komersial pertama yang memiliki shower di kabin serta memperkenalkan kembali konsep bar dan lounge di pesawat terbang. Hingga kini dari sejak diperkenalkan, sudah lebih dari 85 juta penumpang telah terbang bersama A380 Emirates.