AirAsia X Genap Berusia 10 Tahun, Mantapkan Identitas Sebagai LCC Jarak Jauh

The Independent

AirAsia X maskapai penerbangan jarak jauh dengan biaya rendah (LCC) atau long-haul budget airline baru saja merayakan ulang tahun yang ke sepuluh di Surfers Paradise yang teletak di Gold Cost, Queensland, Australia. Awalnya maskapai ini memulai penerbangan dengan tiga rute pulang pergi dari Kuala Lumpur ke Gold Coast pada tahun 2007. kini setelah sepuluh tahun tak terasa sudah ada sebelas penerbangan pulang pergi dari Kuala Lumpur ke Gold Coast. Selain itu juga ada rute lainnya yang menghubungkan Gold Coast dan Auckland sebanyak tujuh penerbangan.

Baca juga: Mulai 7 November 2017, AirAsia Pindah Ke Terminal 4 Bandara Changi

KabarPenumpang.com melansir dari laman goldcoastbulletin.com.au (27/10/2017), Ketua Pariwisata Gold Coast Paul Donovan mengatakan bahwa Gold Coast dan AirAsia punya hubungan yang sangat baik, dimana Gold Cost adalah tujuan pertama AirAsia X. Sementara dari pihak Negara Bagian Queensland, AirAsia X juga punya arti penting, pasalnya maskapai dengan logo silang merah ini adalah pembuka penerbangan rute jarak jauh nonstop pertama dari Gold Coast.

Saat itu, Paul memimpin sebuah delegasi ke Kuala Lumpur, termasuk dalam rombongan CEO Pariwisata dan Peristiwa Queensland Leeanne Coddington dan Menteri Pariwisata Negara Margaret Keech untuk memperkenalkan Gold Coast sebagai tujuan wisata. Setelah bertemu dengan pendiri AirAsia X Tony Fernandes, ketiganya akhirnya membuat kesepakatan untuk tiga kali penerbangan pulang pergi dalam seminggu.

Livery AisAsia X 10 tahun (Gold Coast Bulletin)

Sejak itu, AirAsia X dan pesawat berwarna merah putihnya yang khas kini telah menerbangkan total 2,4 juta penumpang antara Gold Coast dan Kuala Lumpur. Bahkan, AirAsia X juga telah menerbangkan 400.000 penumpang antara Auckland di Selandia Baru dan Gold Coast dalam 20 bulan terakhir.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan, AirAsia Gaet Inmarsat Untuk Pengadaan On Board Broadband

CEO AirAsia X Malaysia Benyamin Ismail mengatakan bahwa perusahaan penerbangan tersebut akan menata ulang jadwal penerbangan dengan rute Gold Coast setelah Commonwealth Games pada bulan April tahun depan. Commonwealth Games adalah ajang olimpiade untuk negara-negara persemakmuran Inggris yang diikuti oleh 55 negara.

“Commonwealth Games akan menjadi hal yang besar untuk kita. Saya pikir Gold Coast sebenarnya masih sangat menarik untuk orang-orang di dunia yang tahu tentang hal itu dan apa yang ditawarkannya, dan ini menjadi tugas kami untuk memasarkannya,” kata Ismail, Ia menambahkan bahwa maskapai penerbangan selalu berusaha meningkatkan konektivitas.

Dia mengatakan, satu hal yang penting adalah mencoba dan meningkatkan jumlah penerbangan yang AirAsia miliki dengan alasan dan memperluas koneksi ke semua rute. CEO Gold Coast Tourism Martin Winter mengatakan bahwa kedatangan wisawatan dari AirAsia X menunjukkan ketahanan ketika Krisis Keuangan Global saat AirAsia X hadir 10 bulan setelah penerbangan perdana ke Gold Cost.

Saat ini AirAsia X melayani 22 rute penerbangan jarak jauh, armada AirAsia X terdiri dari 22 unit Airbus A330-300, dan sedang dalam proses pemesanan untuk Airbus A330-900Neo dan Airbus A350-900. Dalam penerbangan menuju ke Australia, AirAsia X menjadikan Bandara Ngurah Rai sebagai titik transit.