PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) memperkenalkan deretan produk terbarunya, termasuk sasis bus mesin belakang RK280 yang sudah memenuhi standar emisi Euro 4. Sasis tersebut merupakan pengganti RK8 R260 yang sudah beredar di Tanah Air lebih dari satu dekade.
Baca juga: RK Kompor, Tonggak Awal Keberhasilan Bus Mesin Belakang Hino di Indonesia
Tentu saja, kehadiran RK280 mendapatkan sambutan positif dari banyak pihak, tak terkecuali para pemili perusahaan otobus (PO) pengguna setia Hino. Karena memang mereka sudah menanti-nanti pembaruan dari produk andalan Hino itu.
Selain pembaruan pada sektor dapur pacu untuk memenuhi standar emisi Euro 4, terdapat enam pembaruan yang membuatnya jauh lebih kompetitif di kelasnya.
Berdasarkan paparan di acara peluncuran Grand Launching Hino Euro 4, pembaruan yang dimaksud meliputi indikator panel baru yang memudahkan pengemudi membaca kondisi panel indikator, stir baru yang dapat disesuaikan oleh pengemudi, julur depan lebih panjang.
Kemudian yang paling penting adalah penambahan auto slack adjuster dan anti-lock brake system (ABS). Penambahan fitur ini membuat sistem rem full air brake yang digunakan oleh RK280 bisa lebih efektif dan responsif serta diklaim menghemat biaya perawatan.
Terakhir adalah penggunaan 10 baut atau stud roda seperti halnya produk-produk Eropa untuk meningkatkan keamanan dan kemampuan berkendara. Sebelumnya, sasis RK dan AK masih menggunakan delapan stud roda, standar lama produk Jepang.
Salah satu pengusaha bus yang diundang dalam acara peluncuran Hino Euro 4 adalah Muhamad Abdul Wahid atau Mas Wahid. Dia mengaku tertarik dengan RK280 yang diperbarui di bagian panel instrumennya.
“Karena sudah commonrail dan Euro-4 sedangkan masih bisa diminumin solar biasa maka filter solar ditambah. Default-nya ada tiga. Dua di bawah, satu di atas sebelum masuk mesin. Kalau masih khawatir ada tambahan alat, jadi total ada empat,” katanya melalui unggahannya di akun Instagram @maswahid.
Mesinnya yang sudah mengadopsi commonrail juga membuat suaranya jadi lebih halus. Tenaga juga meningkat walaupun masih menggunakan mesin yang sama dengan sebelumnya, yakni keluarga J08E.
Baca juga: “Kandang Macan” Tempat Istirahat Pengemudi yang Berkembang Seiring Zaman
“Tenaga meningkat, gross vehicle weight meningkat, jadi resmi bisa [pakai bodi] super high deck. Dan ya, baut sepuluh, spaceframe asli tanpa potong sasis,” tulisnya. (Bisa Satria)