Sejak diizinkan terbang (mendapat sertifikasi) kembali oleh Regulator Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) pada 18 November 2020 lalu, berbagai maskapai dunia ramai-ramai mulai mengatur jadwal penerbangan perdana Boeing 737 MAX. Sejauh ini, 737 MAX bahkan sudah berhasil mencatat 2.700 penerbangan penumpang dan 5.500 jam terbang bersama berbagai maskapai di setidaknya lima negara, meliputi Amerika Serikat (AS), Kanada, Brazil, Panama, Meksiko.
Baca juga: Duh, Boeing 737 MAX Masalah Lagi! Kali Ini Terkait Sealant Bahan Bakar
Di AS, dua maskapai besar, seperti American Airlines dan Southwest Airlines, jadi yang terdahulu mengoperasikan 737 MAX. Bersama keduanya, MAX sudah mencetak ratusan penerbangan, dimana 600 penerbangan di antaranya dicetak bersama American Airlines. Keduanya berjanji akan terus menerbangkan 737 MAX serta memperbanyak penerbangan MAX di kota-kota lain di AS.
Maskapai-maskapai lainnya, seperti United Airlines dan Alaska Airlines bertekad akan menerbangkan 737 MAX dalam waktu dekat. Dilansir sacbee.com, United Airlines menjadwalkan penerbangan 737 MAX pada 11 Februari nanti. Adapun Alaska Airlines menyusul pada 1 Maret mendatang.
Di dunia, maskapai pertama yang menerbangkan 737 MAX pasca mendapat izin dari FAA, Gol Linhas Aéreas, masih akan terus mengoperasikan pesawat ini. Begitu juga dengan maskapai kedua yang menerbangkan MAX pada 21 Desmeber lalu, Aeromexico. Kedua maskapai itu juga bakal menghadirkan penerbangan MAX di lebih banyak kota.
Hampir seluruh maskapai di atas memberitahu penumpang detail informasi pesawat yang akan digunakan, tak terkecuali pada penerbangan transit. Penumpang dibebaskan untuk tetap ikut penerbangan bersama 737 MAX atau menolak dan meminta diterbangkan pakai pesawat lain.
Sekalipun ada satu-dua penumpang yang menolak terbang menggunakan 737 MAX, namun, pada umumnya, penumpang sudah yakin terhadap pesawat itu.
CEO Boeing, Dave Calhoun, mengungkapkan pihaknya sudah bekerja amat keras untuk memastikan retrofit 737 MAX aman. Business Insider melaporkan, Boeing telah melalui proses perbaikan selama 400 ribu jam, 1.400 tes dan pengecekan, serta lebih dari 3.000 jam terbang pesawat 737 MAX. Hasilnya, Boeing mengklaim permasalahan software flight control -yang menjadi penyebab dua kecelakaan MAX- telah diselesaikan dengan baik. Buah dari itu pun, FAA memberikan lampu hijau untuk terbang.
Baca juga: EASA Akhirnya Izinkan Boeing 737 MAX Terbang di Eropa, Gegara Didesak AS?
Di 2021 ini, sekalipun penerbangan masih lesu imbas wabah Covid-19, Calhoun meyakini seluruh maskapai di dunia yang masih belum menerbangkan MAX, seperti maskapai-maskapai di Timur Tengah, Asia Pasifik, Asia Tenggara, Eropa, dan Australia akan segera menerbangkannya.
Tanda-tanda itu pun juga sudah begitu terang. Belum lama ini, Uni Eropa dan Inggris (Britania Raya) juga sudah mengeluarkan green light atau kembali mengizinkan 737 MAX terbang. Ini menjadi langkah konkret keduanya setelah akhir tahun lalu sudah memberikan sinyal diizinkannya MAX kembali terbang di seluruh daratan Uni Eropa dan Inggris.