Melahirkan di dalam moda transportasi baik darat, laut maupun udara bukanlah hal yang diinginkan seorang ibu hamil. Tetapi jika hal itu terjadi baik ibu yang akan melahirkan dan awak moda transportasi mau tak mau harus mempersiapkannya.
Baca juga: Proses Persalinan Cepat, Inilah Pertama Kali Seorang Bayi Lahir di Kereta Cepat
Baru-baru ini seorang ibu muda yang melakukan perjalanan dari Mumbai ke Lucknow dengan menggunakan kereta Pushpak Express. Wanita 27 tahun itu tiba-tiba merasakan sakit dan mules yang luar biasa saat kereta tiba di stasiun Bhusawal malam hari.
KabarPenumpang.com melansir dari laman ndtv.com (2/9/2018), wanita itu kemudian di bantu turun oleh penumpang wanita lain karena terlihat sangat kesakitan dari dalam gerbong kereta. Kemudian membawa wanita yang akan melahirkan ini dekat dengan petugas dan meminta segera memanggil dokter dari rumah sakit atau klinik di stasiun kereta api.
“Para penumpang mendekati petugas untuk meminta memanggilkan dokter agar menolong wanita hamil itu,” ujar seorang pejabat kereta api.
Wanita hamil itu dibantu untuk masuk ke lift, tetapi belum sempat naik lift, bayi laki-laki dari rahim wanita itu lahir di peron.
“Baru mau masuk ke dalam lift, wanita itu sudah melahirkan di peron,” ujar pejabat kereta itu lagi.
Atas kelahiran bayi tersebut, ibu dan bayinya kemudian di bawa ke rumah sakit setempat untuk mendapat perawatan. Kejadian ini mengingatkan pada awal tahun 2018, dimana seorang wanita yang duduk di kursi prioritas kereta cepat di Jepang mengalami kontraksi akan melahirkan.
Baca juga: Penerbangan Tertunda, Seorang Tentara dengan Mengharukan Lihat Video Istri Melahirkan di Ponsel
Untungnya saat itu ada seorang mantan perawat yang melihat peristiwa tersebut dan membantunya. Tak lama bertanya, air ketuban wanita tersebut pecah dan saat itu kereta berada di antara Stasiun Matsudo dan Kashiwa.
Perawat tersebut melebarkan handuk dan menyuruh wanita itu duduk. Lima menit kemudian, kepala bayi tersebut keluar dan diikuti bagian tubuh lainnya. Peristiwa bahagia ini baru pertama kali terjadi di kereta cepat Japan Rail East.