Demam Hyperloop kian mewabah. Setelah Dubai, Cina, dan beberapa negara lainnya yang telah menandatangani kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan yang menggeluti pengembangan moda bertenaga magnetic levitation (maglev) ini, sekarang giliran Negeri Matador yang baru saja bersinergi dengan Virgin Hyperloop One besotan Sir Richard Brenson. Perusahaan tersebut telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah setempat untuk membuka pusat penelitian di wilayah Andalusia, Spanyol dalam waktu dekat ini.
Baca Juga: Akhirnya! Hyperloop Transportation Technologies Canangkan Uji Coba Skala Penuh
Adapun pusat pengembangan moda yang didasari oleh ide Elon Musk ini ditandatangani langsung oleh CEO Virgin Hyperloop One, Rob Llyod. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (8/8/2018), perusahaan menargetkan pembangunan pusat pengembangan yang terletak di Desa Bobadilla ini akan menelan dana sekitar US$500 juta atau yang setara dengan Rp7,3 triliun.
Hadirnya moda Hyperloop di daerah Andalusia kelak tidak hanya membawa angin segar terhadap sektor transportasi di sana, melainkan perusahaan juga menjamin penyerapan sejumlah tenaga kerja baru. “Rencananya kami akan mempekerjakan 200 hingga 300 tenaga profesional untuk mengembangkan Hyperloop,” tutur Rob.
Nantinya, pusat pengembangan ini akan menduduki lahan seluas 19.000 meter persegi dan akan digunakan untuk mengembangkan dan menguji berbagai komponen sistem Hyperloop yang memiliki ciri khas meluncur dengan kecepatan suara di dalam tabung hampa udara ini. “Hadirnya pusat pengembangan ini akan mengarahkan pada berbagai peluang komersial bernilai tinggi dan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut,” tutur Administrador de Infraestructuras Ferroviarias (badan perkeretaapian Spanyol), dalam sebuah pernyataan tertulis.
Menanggapi pernyataan Virgin Hyperloop One yang akan mempekerjakan sejumlah tenaga kerja lokal, BUMN tersebut mengatakan hal ini merupakan kesempatan besar untuk meraup ilmu baru. “Ini (perjanjian dengan Virgin Hyperloop One) akan sangat membantu kami untuk memperdalam ilmu tentang penggunaan teknologi baru, dimana itu akan berimplikasi pada kesiapan penerapan di skala internasional,” tandasnya.
Baca Juga: Setelah Dubai, Giliran Cina Hadirkan Moda Maglev dari Hyperloop Transportation Technology
Terlepas dari perjanjian kerja sama ini, Co-Founder dan Chief Technology Officer, Virgin Hyperloop One Josh Giegel mengatakan bahwa kelak, “Keselamtan penumpang merupakan prioritas kami dalam melakukan pelayanan. Secara keseluruhan, hyperloop harus menjadi moda yang layak secara komersial, aman, dan dapat diandalkan. Dengan begitu, pembangunan pusat pengembangan ini akan membantu kami untuk mendorong tiga faktor utama tadi.”