Kematian jenderal top Iran Qasem Soleimani (62 tahun) masih menjadi sorotan dunia hingga hari ini. Tewas akibat serangan rudal yang dilancarkan drone Amerika Serikat pada Jumat (3/1/2020) dini hari di Bandara Baghdad, mengundang duka yang mendalam bagi rakyat Iran. Dan usai insiden, jenazah sang jenderal dibawa pulang ke negaranya.
Baca juga: Ingatkan untuk Perbaiki Hijab Penumpang, Aplikasi Ride-Hailing Iran Malah Diboikot!
Dikutip dari cnnindonesia.com (4/1/2019), disebutkan jasad Soleimani diperkirakan telah tiba di Iran pada malam hari (4/1) waktu setempat. Jenazah akan dibawa ke kota suci umat Syiah, Mashhad, pada Minggu besok untuk disemayamkan di dekat pusara tokoh Syiah, Imam Reza. Rencananya dia akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Kota Kerman pada Selasa (7/1).
#BREAKING: An Airbus A300-603R of #MahanAir transported corpses of Qasem #Soleimani & Abu-Mahdi Al-Muhandis from #Mashhad to #Mehrabad Intl Airport, #Tehran. Their coffins were put on the passenger seats instead of being loaded in cargo/baggage compartments! pic.twitter.com/NnmKBvL8KB
— Babak Taghvaee (@BabakTaghvaee) January 5, 2020
Bersama korban lain, jenazah Qasem Soleimani diterbangkan dari Irak menggunakan pesawat Airbus A300B4-603 milik MahanAir. Yang manarik perhatian netizen, bila umumnya peti jenazah ditempatkan pada ruang kargo, maka jenazah jendral Qasem Soleimani nampak ditempatkan di ruang kabin penumpang. Seperti diperlihatkan pada video yang diposting akun Twitter @BabakTaghvaee, terlihat beberapa peti jenazah ditempatkan pada kursi penumpang kelas ekonomi.
Karena merupakan tokoh yang dihormati oleh warganya, besar kemungkinan penempatan peti di kabin sebagai wujud penghormatan.