Thursday, April 3, 2025
HomeAnalisa Angkutan Ngeri, Pesawat Ryanair Berlumuran Darah Gegara Bird Strike

[Video] Ngeri, Pesawat Ryanair Berlumuran Darah Gegara Bird Strike

Insiden bird strike kembali terjadi. Kali ini menimpa maskapai LCC asal Britania Raya, Ryanair. Pesawat Boeing 737 maskapai dilaporkan menabrak sekawanan burung bangau saat approach landing di Bandara Bologna, Italia, beberapa waktu lalu. Akibatnya, mesin pesawat mengeluarkan api dan kaca kokpit retak serta berlumuran darah hingga membatasi visual kru.

Baca juga: Cegah Bird Strike, Bandara Schiphol Belanda Kerahkan Puluhan Babi

Dikutip dari media lokal Italiavola, pesawat diketahui berangkat dari Bandara London Stansted pada pagi hari. Pukul 11.30 waktu setempat, saat mendekati Bandara Guglielmo Marconi Bologna, Italia, airways pesawat tiba-tiba dilintasi kawanan burung bangau. Insiden bird strike pun tak terhindarkan.

Hewan berkaki panjang itu banyak di antaranya tersedot ke dalam mesin sebelah kanan pesawat dan menyebabkan percikan api. Lainnya tertabrak oleh kaca pesawat dan menyebabkan kaca berlumuran darah dan retak serta menyulitkan pilot dan kopilot melakukan pendaratan. Ada juga burung bangau yang tersangkut di flap and slat pesawat dan membuat proses pendaratan tidak maksimal.

Beruntung, pesawat masih bisa melanjutkan penerbangan dan kru berhasil mendaratkan pesawat dengan mulus serta selamat.

Insiden bird strike ini adalah yang kedua kali sejak Oktober lalu. Ketika itu, penerbangan Ryanair dari Bandara Manchester ke Lanzarote di Kepulauan Canary terpaksa melakukan pendaratan darurat di Liverpool setelah mengalami bird strike dimana seekor burung menabrak mesin.

“Pesawat mendarat dengan selamat dan penumpang dipindahkan ke pesawat pengganti yang berangkat ke Lanzarote setelah delay sekitar satu jam,” kata juru bicara maskapai saat itu.

Burung besi (pesawat terbang) meskipun berukuran jauh lebih besar dan jauh lebih berat, kurang lebih berbobot 40.000 kg, kerap dibuat repot dengan kawanan burung berbobot hanya 2 kg. Salah satu pelopor penerbangan, Cal Rodgers, adalah orang pertama yang mati karena bird strike.

Pada tahun 1912, pesawatnya bertabrakan dengan burung camar di Long Beach, California yang menyebabkan masalah besar pada pesawatnya. Pesawat Rodgers jatuh dan ia pun tenggelam. Dalam catatan International Bird Strike Committee, sekitar US$1,2 miliar setiap tahun digelontorkan maskapai untuk memperbaiki pesawat akibat bird strike.

Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas.

Begitu juga menjelang landing. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter. Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Baca juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar US$400 juta atau Rp5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.

Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden tabrakan dengan burung di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru