Mungkin Anda semua sudah tidak asing lagi dengan nama Boeing 787 Dreamliner, tapi baru-baru ini maskapai asal Timur Tengah, Etihad baru saja mengganti nama pesawat tersebut menjadi Boeing 787 Greenliner. Tentu saja pihak Etihad tidak serta-merta merubah nama pesawat ini begitu saja, melainkan telah terlebih dahulu menjalin kerja sama dengan pihak Boeing dalam upayanya untuk menghadirkan ‘burung besi’ yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Etihad dan Air Arabia Kerjasama Hadirkan Low Cost Carrier Baru!
Menurut data yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman businesstraveller.com (18/11), rencananya pesawat Boeing 787 Greenliner ini akan beroperasi di awal tahun 2020 – tepatnya pada 11 hingga 18 Januari, bertepatan dengan perhelatan Abu Dhabi Sustainable Week. Salah satu juru bicara Etihad mengatakan bahwa penerbangan eco-flight tersebut akan menghubungkan Abu Dhabi dan Brussels dengan menggunakan livery berwarna hijau kebiruan nan sporty.
“Penerbangan ini akan menggabungkan beberapa inisiatif yang berfokus pada lingkungan,” ujar CEO Etihad Aviation Group, Tony Douglas.
“Adanya unsur gradasi warna biru pada livery pesawat ini merepresentasikan pentingnya peran air bagi kehidupan di Arab – pun halnya dengan simbolisasi dari pemikiran dan inisiatif dalam urusan menekan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon,” tandas Tony.
Adapun kerja sama yang terjalin antara pihak Etihad dan Boeing ini dikabarkan menyentuh angka US$215 juta atau yang berkisar Rp3,02 triliun yang mencakup berbagai layanan termasuk program perbaikan landing gear, komponen badan pesawat bernilai tinggi, dan alat optimisasi perencanaan pemeliharaan.
Melalui Chief Operating Officer Etihad, Mohammad Al Bulooki, Etihad sendiri mengaku bangga bisa menjadi salah satu maskapai yang secara kooperatif bekerja sama dengan Boeing dalam urusan menciptakan perjalanan moda udara yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Persaingan Maskapai Kelas Wahid Satu Negara: Etihad dan Emirates, Mana yang Lebih Baik?
“Perjanjian semacam ini melengkapi kemitraan kami dalam cakupan yang lebih luas, dimana kolaborasi masa depan antara Etihad dan Boeing dalam urusan manajemen supply chain, hingga pemeliharaan antar lini akan semakin kuat terbangun,” ujarnya.
Keduanya sepakat bahwa di masa yang akan datang akan melakukan eksplorasi dengan universitas di Abu Dhabi dan Seattle, tempat fasilitas perakitan terbesar Boeing, untuk lebih meningkatkan kemampuan yang mendukung pengembangan sektor dirgantara di Abu Dhabi, dan di tempat lain di Uni Emirat Arab.