Sunday, April 6, 2025
HomeBus dalam kotaTuai Pujian, Sopir Bus SMRT Payungi Penumpang yang Naik dan Turun Saat...

Tuai Pujian, Sopir Bus SMRT Payungi Penumpang yang Naik dan Turun Saat Hujan

Seorang pengemudi bus di Singapura mendapat banyak pujian dari penumpangnya. Ini karena saat hujan lebat, pada 6 Februari lalu, pengemudi tersebut membantu memayungi setiap penumpang yang naik dan turun dari busnya.

Baca juga: Jumlah Sopir Bus Terinfeksi Covid-19 Melonjak, Singapura Canangkan Sopir Taksi Jadi ‘Cadangan’

Pengemudi bernama Segar A Subramaniam itu mengemudikan bus layanan SMRT 972 di Far East Plaza. Dalam sebuah video yang beredar, saat itu angin kencang dan hujan tengah membasahi Singapura dan Segar memayungi penumpang dari halte sampai di depan bus atau penumpang yang akan turun.

Video tersebut diberi caption oleh si perekam “membuat hari hujan yang dingin terasa begitu hangat”. Karena viral, beberapa media lokal melakukan wawancara padanya dan Segar hanya tertawa, bahkan mengabaikkannya sebagai bagian dari pekerjaannya.

“Sebagai pengemudi bus, kami selalu berusaha sebaik mungkin untuk membuat perjalanan senyaman mungkin bagi penumpang,” kata Segar yang dikutip KabarPenumpang.com dari mothership.sg (9/3/2022).

Pria berusia 59 tahun tahun itu bergabung dengan SMRT sebagai kapten bus sekitar lima tahun lalu. Dia mengatakan, bahwa dirinya selalu berusaha melindungi penumpang dengan payung setiap kali hujan deras membasahi kota.

Mantan kurir tersebut menambahkan, rute bus 972 dimulai dari Bukit Panjang melintasi jantung kawasan perbelanjaan Singapura yakni Orchard Road. Dikarenakan struktur halte di daerah tersebut, maka bus tidak bisa berhenti di dekat halte.

“Begitu hujan, penumpang akan basah,” kata Segar.

Dia menceritakan bahwa kebiasaannya melindungi penumpang mungkin dimulai karena insiden yang dia saksikan sebagai penumpang sebelum dia bergabung dengan SMRT. Segar ingat bagaimana seorang penumpang laki-laki hampir terpeleset dan jatuh ketika naik bus pada suatu hari hujan. Dirinya mencatat bahwa pria itu tidak membawa payung pada saat itu dan kapten bus juga tidak menyiapkan payung.

Insiden itu kemudian meninggalkan kesan mendalam pada Segar. Sebagai mantan fotografer pernikahan dan komersial dalam karir yang membentang selama 35 tahun, Segar tidak pernah berpikir suatu hari dia akan menemukan dirinya di depan lensa kamera.

Baca juga: Startup Singapura Luncurkan Aplikasi Sewa Minibus untuk Pekerja Migran

Ia mengungkapkan, ketika semangat fotografinya memudar, dirinya mencoba mencari jalan lain untuk mendapatkan penghasilan. Dia menanggapi iklan rekrutmen SMRT setelah berhenti dari pekerjaannya sebagai kurir. Segar menambahkan bahwa pekerjaannya saat ini memberinya rasa kepuasan dan dia telah bertemu banyak instruktur baik serta supervisor yang mempercayainya.

“Saya kemungkinan besar akan tetap dalam pekerjaan ini sampai saya pensiun,” kata Segar.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru