Sebagai salah satu penyedia layanan penerbangan terbesar di Indonesia, Lion Air Group diketahui tengah berusaha untuk meningkatkan manajemen keselamatan penerbangannya. Dalam usahanya tersebut, Lion Air Group menggaet Ideagen, sebuah perusahaan yang menelurkan perangkat lunak berbasis cloud, Ideagen Coruson dari Inggris.
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman enterpriseinnovation.net (21/9/2017), nantinya perangkat lunak ini akan diimplementasikan sebagai solusi keselamatan, pelaporan masalah, dan manajemen risiko secara menyeluruh. Ideagen Coruson akan memberikan Lion Air Group wewenang pengawasan di enam Air Operator’s Certificate (AOC) yang berafiliasi dengannya dan memberikan data kinerja secara terperinci. Data tersebut berisikan himbauan agar perusahaan terkait segera menyoroti kelemahan dan resiko keamanan potensial, seperti yang terkait dengan kasus faktor kebugaran pilot atau insiden selama penerbangan.
Coruson akan menggantikan sistem pendahulunya, membantu memperkokoh budaya keselamatan penerbangan melalui fungsi kekinian, seperti smart form, penandaan GEO, dan penggunaan aplikasi seluler untuk pelaporan terperinci. “Ideagen Coruson akan menjadi solusi keamanan yang berkualitas dan akan melayani fungsi yang dapat memperluas jangkauan area di suatu daerah, terutama pelaporan keselamatan dan manajemen resiko,” ungkap Jose Fernandez, Group Safety and Quality Director Lion Air Group.
“Sistem kami saat ini tidak menawarkan cara mudah untuk mengukur kinerja keselamatan di seluruh afiliasi kami, yang mengakibatkan kesulitan saat mencoba menilai kinerja maskapai secara keseluruhan. Ideagen Coruson merupakan jawaban dari semua kekurangan tersebut,” imbuh Jose. Diketahui, Lion Air Group sendiri memiliki lebih dari 182 rute penerbangan, baik dalam maupun luar negeri. Untuk penerbangan luar negeri, perusahaan yang berbasis di Jakarta ini membuka jalur menuju Singapura, Malaysia, Australia, India, Cina, dan Arab Saudi.
Baca Juga: Lion Air, Punya Citra Buruk Soal Keterlambatan Jadwal Penerbangan
“Coruson dapat diukur dan nilai utama yang akan kita lihat dari sistem ini adalah skalabilitas dan kemudahan penyebarannya di tiga negara dan enam AOC yang kami miliki saat ini,” kata Jose. Sehubungan dengan perkembangan penerbangan di dalam negeri yang terus berkembang dengan pesat, Jose mengatakan pihak Lion Air Group akan berusaha untuk mengimbangi laju perkembangan tesebut.
“Jumlah layanan yang bisa kami tawarkan akan terus bertambah karena pasar penerbangan di Indonesi terus berkembang,” tuturnya. “Kami rasa, perangkat lunak ini akan cocok dengan rencana pertumbuhan Lion Air Group yang ambisius.” Tutup Jose. Diketahui, Ideagen saat ini memiliki lebih dari 300 klien penerbangan di seluruh dunia, termasuk Emirates, International Airlines Group, Ryanair, Thomas Cook, Flybe dan KLM. Selain Lion Air Group, maskapai AirAsia dari Malaysia diketahui juga menggunakan jasa aplikasi dari Ideagen Coruson.