Sunday, April 6, 2025
HomeDestinasiTingkatkan Keamanan Pra Olimpiade, Otoritas Jepang Akan 'Geledah' Hand-Luggage Penumpang

Tingkatkan Keamanan Pra Olimpiade, Otoritas Jepang Akan ‘Geledah’ Hand-Luggage Penumpang

Sebagai salah satu tindakan preventif terorisme menjelang perhelatan Olimpiade Musim Panas, pemerintahan Jepang berencana untuk membuat sebuah eksperimen pemeriksaan barang bawaan penumpang untuk moda transportasi kereta api. Adapun stasiun yang nantinya akan dijadikan objek eksperimen ini adalah stasiun yang ada di kota Tokyo, bukan tanpa alasan, ini merupakan salah satu stasiun terbesar dan paling ramai yang ada di Negeri Sakura.

Baca juga: Mulai 7 Januari, Jepang Kenakan “Pajak Keberangkatan” untuk Seluruh Penumpang Internasional

Diwartakan KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (6/1/2019), eksperimen ini sendiri rencananya akan mulai bergulir pada bulan Februari mendatang di Stasiun Metro Kasumigaseki. Selain diklaim sebagai salah satu stasiun paling sibuk, Stasiun Metro Kasumigaseki ini juga merupakan saksi bisu dari penyerangan yang dilakukan oleh kelompok radikal Aum Shinrikyo pada tahun 1995 silam.

Konsentrasi peningkatan keamanan ini sengaja dilakukan di infrastruktur transportasi, mengingat beberapa kasus penyerangan dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang. Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan insiden bakar diri yang terjadi di kereta peluru Jepang pada tahun 2015 silam yang menewaskan seorang penumpang. Belum lagi insiden penusukan yang dilakukan oleh seorang tidak dikenal di kereta peluru Shinkansen yang menewaskan seorang penumpang dan melukai dua lainnya pada tahun 2018 silam.

Baca Juga: 5 Stasiun Tersibuk di Dunia, Semua Ada Di Jepang!

Pemerintah berharap, ekperimen ini dapat membantu pengidentifikasian potensi masalah dengan tindakan nyata dan lalu dipertimbangkan apakah itu masuk ke dalam kategori ancaman atau bukan. Ketika inspeksi hand-luggage para penumpang ini merupakan hal yang cukup lumrah di negara lain, namun lain cerita dengan Jepang.

Mengingat perkeretaapian Jepang sangat menjunjung tinggi ketepatan waktu pemberangkatan, maka dari itu inspeksi semacam ini merupakan hal yang tidak berlaku di sana – pemeriksaan barang bawaan penumpang akan memakan waktu, sedangkan tenggat waktu transit penumpang di stasiun tidaklah lama. Selain itu, minimnya lahan untuk melakukan pemeriksaan ini juga menjadi alasan kedua mengapa Jepang tidak pernah melakukan hal semacam ini.

Guna menunjang eksperimen ini, kementerian terkait juga telah meminta bantuan kepada perusahaan keamanan dan manufaktur penyedia peralatan keamanan untuk melancarkan eksperimen ini – pun dengan Japan Railway Group dan operator kereta api di Jepang.

 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru