Pelecehan seksual mulai merambah dunia aviasi! Kini para pria hidung belang tidak hanya berani melakukan aksi-aksi cabulnya di moda transportasi berbasis massal yang penuh sesak saja, seperti bus atau kereta, tapi mereka sudah mulai merambah moda udara. Memang, aksinya tidaklah se-ekstrem di moda-moda darat, tapi tetap saja hal seperti ini patut diberikan perhatian lebih guna mempersempit ruang gerak mereka – salah satunya adalah dengan cara menghadirkan bangku khusus wanita.
Layaknya gerbong khusus wanita yang selama ini bisa kita lihat di Commuter Line Jabodetabek, atau bus khusus wanita di TransJakarta, bangku khusus kaum hawa ini juga sejatinya diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan yang dapat menimbulkan trauma mendalam ini. Salah seorang penulis South China Morning Post, Kate Whitehead pernah menjadi korban dari para lelaki hidung belang ini.
Menurut seorang kolumnis ini, sandaran tangan di pesawat merupakan sebuah masalah politik gender, dimana tidak sedikit pria yang kebetulan duduk di samping seorang wanita, akan senantiasa ‘mensabotase’ sandaran tangan yang memisahkan bangku kedua orang ini. “Tidak hanya itu, tetapi sikunya akan sedikit menonjol ke ruang duduk wanita yang ada di sebelahnya,” tandas Kate.
Dikutip KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (7/12/2018), ada dua maskapai asal India yang sudah mulai memperkenalkan ‘pink rows’ di dalam armadanya – Air India dan Vistara. ‘Pink rows’ di sini adalah baris khusus wanita di dalam suatu penerbangan. Air India memperkenalkan baris khusus wanita ini pada tahun 2017 silam, menyusul dua insiden dalam satu bulan dimana ada pria yang diduga meraba-raba awak kabin atau penumpang lainnya.
Sementara itu, Vistara memperkenalkan layanannya yang bernama “Woman Flyer”, dimana pihak maskapai menjanjikan tempat duduk yang disukai bagi penumpang wanita yang bepergian sendiri. Bagi para penumpang wanita yang belum menentukan tempat duduknya, maka petugas Vistara akan menjamin tempat duduk khusus bagi mereka, yaitu di pinggir jendela atau di pinggir gangway – tidak di tengah-tengah.
Baca Juga: Antisipasi Pelecehan Seksual di KRL, Ikuti Tips Berikut Ini
Tahun ini, CNN melaporkan bahwa investigasi FBI terhadap serangan seksual di udara telah meningkat 66 persen dari 2014 hingga 2017. Ada 63 investigasi terhadap serangan seksual di pesawat pada tahun 2017, 57 kasus di tahun 2016, 40 kasus di tahun 2015, dan 38 kasus pada tahun 2014. Namun angka-angka ini tidaklah mutlak sama persis dengan jumlah kasus yang terjadi, karena para investigator percaya bahwa di luar sana masih banyak kasus yang tidak dilaporkan.