Pesawat Boeing 777-300ER Perdana Menteri (PM) Jepang, Fumio Kishida, tiba di Bandara Ngurah Rai Bali pada Senin dini hari. Tak seperti pesawat kenegaraan lainnya, pesawat kenegaraan Jepang yang juga disebut sebagai Japan Air Force One dengan tail number 80-1111 itu diketahui mempertahankan kode registrasi sipil di Amerika Serikat (AS), N509BJ. Artinya, pesawat kenegaraan tersebut diregistrasi di luar negeri.
Baca juga: Boeing 747-9I BBJ Presiden Erdogan Mendarat di Bali, Meski Mewah Ternyata Hasil Hibah dari Qatar
Meski begitu, pesawat yang diplot menggantikan Japan Air Force One berbasis Boeing 747 tersebut (pensiun pada tahun 2019) dalam proses pembuatannya ada campur tangan Jepang, semata untuk memastikan keamanan sang kaisar, perdana menteri, dan pejabat lainnya.
Dilansir 1999.co.jp, mesin dua pesawat kenegaraan Jepang (tail number 80-1111 dan 80-1112) merupakan pesanan khusus yang di dalamnya ada campur tangan para teknisi dan tim mekanik Jepang. Pihak Jepang juga memodifikasi pelat logam, reproduksi radome WiFi, dan beberapa bagian lainnya.
Dari segi interior, pihak Jepang sangat menutup rapat informasi dan detailnya. Tetapi, sebagai pesawat kenegaraan, sudah barang tentu pesawat disulap sedemikian rupa untuk mendukung tugas-tugas pemimpin negara.
Namun, berkaca pada Japan Air Force One dan Japan Air Force Two berbasis Boeing 747 yang sudah dipoerasikan sejak tahun 1993 hingga 2019 lalu, Japan Air Force One dan Japan Air Force Two besar kemungkinan dilengkapi dengan berbagai fitur yang sama dengan pendahulunya, mulai dari meeting room, tempat tidur, sofa panjang, televisi, meja meeting panjang, telepon satelit, hingga kursi premium. Semua fitur-fitur tersebut hanya dapat ditemukan di ruang VIP.
Laporan ainonline.com, Japan Air Force One yang ditumpangi PM Fumio Kishida dilengkapi dengan berbagai ruangan, seperti ruang sekretaris, ruang rapat, kantor administasi, dan lain sebagainya.
Tak ada informasi apapun tentang kemewahan di dalam interior pesawat, sebagaimana di pesawat kepresidenan Rusia yang dipenuhi dengan furniture mewah dan berlapis emas atau bahkan sistem anti rudal dan sejenisnya.
Hanya disebutkan pesawat Japan Air Force One dan Japan Air Force Two berbasis Boeing 777-300ER, yang pertama kali masuk tahun layanan pada 1 April 2019 silam, memiliki teknologi komunikasi satelit untuk memudahkan komunikasi dengan pejabat di darat.