Sunday, April 6, 2025
HomeBandaraTetap Ingin Bepergian di Tengah Ancaman Virus Corona? Berikut Tips dan Ulasannya

Tetap Ingin Bepergian di Tengah Ancaman Virus Corona? Berikut Tips dan Ulasannya

Otoritas Cina telah memperingatkan kepada seluruh dunia agar tidak melakukan perjalanan ke Wuhan (kecuali urusan penting). Selain itu, beberapa maskapai penerbangan juga mengeluarkan keringanan yang memungkinkan pelancong untuk mengubah rencana mereka (ke Wuhan atau Cina pada umumnya) tanpa dikenakan potongan biaya.

Baca juga: Antisipasi Coronavirus, Cathay Pacific Izinkan Pramugari Kenakan Masker

Belakangan, kekhawatiran memang semakin meningkat terkait penyebaran virus corona yang telah menewaskan sedikitnya 17 orang di Cina. Tak hanya itu, hingga kini, setidaknya 600 kasus juga telah dikonfirmasi, dengan 15 atau lebih pekerja medis terinfeksi melalui kontak antar manusia.

Wabah ini diduga pertama kali dimulai lewat pasar hewan hidup di Wuhan. Sebagian besar kasus berada di pusat kota itu sendiri, yang saat ini telah secara efektif diisolasi. Penerbangan, kereta api, dan angkutan umum semuanya telah dihentikan. Tak ada yang boleh keluar masuk kecuali urusan sangat penting.

Sebaran virus corona belakangan ini juga telah dilaporkan di Shanghai, Beijing, dan Hong Kong, dengan kasus-kasus lainnya juga dikonfirmasi di Jepang, Thailand, dan Korea Selatan. Selain itu sebuah kasus telah dikonfirmasi di Seattle, Washington, oleh mereka yang baru pulang dari Cina.

MRC Centre Imperial College untuk Global Infectious Disease Analysis percaya jumlah kasus aktual jauh lebih tinggi. Pada 18 Januari 2020, mereka memperkirakan di Wuhan saja sudah ada sekitar 4.000 kasus.

Dengan jutaan orang yang bepergian untuk merayakan Tahun Baru China pada 25 Januari dan Festival Musim Semi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan akan lebih banyak kasus akan terjadi. Dikutip dari laman independent.co.uk, Jum’at (24/1), berikut tips dan ulasannya.

Tentang Virus Corona
Virus corona yang menjangkit di seluruh dunia saat ini adalah virus corona jenis baru. Coronavirus, (disingkat CoV) disebut demikian karena, di bawah mikroskop, ia tampaknya memiliki pinggiran melingkar.

Biasanya coronavirus atau virus corona menyebabkan pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, demam, dan apa yang oleh Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) disebut sebagai “perasaan tidak sehat”. Ia (CDC) menambahkan, “Kebanyakan orang terinfeksi virus ini di beberapa titik dalam kehidupan mereka. Penyakit-penyakit ini biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat.”

Meskipun demikian, coronavirus diduga dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan bawah, mirip seperti pneumonia, terutama bagi mereka yang sangat muda (anak-anak) atau tua dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Bagaimana cara penularannya?
Public Health England (PHE) pernah mengatakan, “Karena WN-CoV baru-baru ini diidentifikasi, saat ini terdapat informasi terbatas tentang rute transmisi yang tepat.

“Coronavirus terutama ditularkan oleh saluran pernapasan besar dan kontak langsung atau tidak langsung dengan objek yang terinfeksi.”

Walaupun belum banyak penelitian membuktikan cara penularannya, disarankan agar tetap waspada. Selain itu, tak ada salahnya bila satu sama lain berasumsi bahwa partikel-partikel udara yang dikeluarkan oleh orang yang sakit dapat menyebabkan orang lain tertular.

Seberapa cepat seseorang dapat dikatakan terinfeksi?
MRC Centre mengatakan bahwa penetapan antara infeksi dan deteksi adalah 10 hari – terdiri dari masa inkubasi lima hingga enam hari, dan diperkirakan penundaan empat atau lima hari dari timbulnya gejala hingga deteksi dan perawatan di rumah sakit suatu kasus.

Wakil Menteri Departemen Kesehatan Nasional Cina, Li Bin, mengatakan, “Meskipun cara penyebaran virus belum sepenuhnya dipahami, ada kemungkinan mutasi virus dan risiko penyebaran epidemi lebih lanjut.”

Apakah ini terkait dengan Sars?
Sampai tingkat tertentu. “Sindrom pernafasan akut yang parah” adalah virus corona yang menyebar, terutama di Asia Timur, pada akhir 2002 dan 2003. Hampir 800 orang meninggal selama wabah, tetapi tidak ada kasus yang dilaporkan sejak 2004.

Virus lain yang hampir sejenis, Mers atau sindrom pernapasan Timur Tengah telah mempengaruhi orang-orang di Timur Tengah, khususnya Semenanjung Arab, sejak 2012.

Apa yang dilakukan untuk mencegah penyebaran?
Organisasi Kesehatan Dunia saat ini mengatakan, “Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, WHO tidak merekomendasikan larangan perjalanan atau perdagangan.”

Namun, beberapa negara, termasuk Inggris, sudah mulai memperketat masuknya penumpang yang tiba dengan penerbangan dari Wuhan. Hal ini dikarenakan orang yang tertular virus tidak akan menunjukkan gejala apa pun selama lima hari pertama. Selain kedatangan dari langsung dari Wuhan, mereka tidak terlalu memperketat pengecekan terhadap penumpang.

Kedatangan pertama saat virus corona mulai merebak di Bandara Heathrow, London, adalah China Southern 673 pada hari Rabu 22 Januari. Petugas kesehatan pun memeriksa penumpang yang mengalami gejala coronavirus dan memberikan informasi kepada penumpang lainnya tentang gejala, dan apa yang harus dilakukan jika mereka sakit.

Jika semua penerbangan dari Wuhan dihentikan, hal itu akan lebih mempermudah kinerja otoritas bandara, mengingat saat ini, Pemerintah China sudah mulai mengisolasi Wuhan.

Di beberapa bandara lain, seperti di AS, wisatawan dari Cina yang masuk lewat tiga bandara di AS – Los Angeles, New York JFK, dan San Francisco – menjalani pemeriksaan suhunya dan mengisi “kuesioner gejala” yang menanyakan apakah mereka menderita demam, batuk, atau kesulitan bernapas.

Australia juga demikian. Mereka mengatakan akan memperketat kedatangan dari Wuhan. Bandara Dubai di UEA, tempat banyak penumpang transit, mengatakan akan melakukan pemeriksaan termal pada semua penumpang yang datang dari Cina, bukan hanya dari Wuhan itu sendiri.

Di mana bandara utama di mana wisatawan yang terinfeksi mungkin berada?
Menurut analisis jadwal penerbangan oleh John Grant dari OAG, Bangkok adalah tujuan internasional paling populer dari Wuhan, diikuti oleh Hong Kong (digolongkan sebagai kedatangan internasional meskipun merupakan bagian dari Cina), Tokyo, Seoul, dan Taipei. Adapun di dalam negeri, Guangzhou adalah bandara terkemuka untuk pelancong dari Wuhan.

Apa yang mesti diperhatikan?
Kebersihan adalah hal dasar yang harus diperhatikan oleh setiap wisatawan.Harus sering mencuci tangan dengan sabun, menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin, dan menghindari hidangan daging dan telur yang belum dimasak dengan matang.

Selain itu, jangan lupa untuk mengenakan masker yang teruji secara medis dapat memberikan perlindungan bagi pemakainya (bukan sembarang masker) dan bisa melindungi pengguna jika berhadapan langsung dengan orang yang terinfeksi.

Bagi siapa pun yang merasa bahwa mereka mungkin telah tertular virus tersebut, Dr Nick Phin, wakil direktur Layanan Infeksi Nasional PHE, mengatakan, “Orang tersebut harus mencari pertolongan medis jika mereka mengalami gejala aneh pada pernapasan dalam 14 hari setelah mengunjungi Wuhan, baik di Cina atau saat mereka kembali ke negara asal.”

Ingin melakukan perjalanan ke Asia. Apa saja pilihannya?
Perjalanan ke Wuhan tidak mungkin dilakukan sampai wabah dianggap terkendali, dan setiap pelancong yang tetap pergi ke sana, menentang saran dari Departemen Luar Negeri, tidak akan ditanggung oleh kebijakan asuransi perjalanan standar.

Maskapai yang melayani Wuhan sendiri menawarkan pengembalian dana, dengan sebagian besar dari mereka tidak mengenakan potongan biaya apapun. Adapun perjalanan ke tempat lain di Cina dan wilayah sekitarnya, tidak ada hak umum untuk pengembalian dana dari para maskapai yang bersangkutan.

Seorang juru bicara British Airways mengatakan, “Kami memantau situasi dengan cermat, dan penerbangan kami terus beroperasi seperti biasa. Seperti maskapai lain, kami berhubungan erat dengan pemerintah dan organisasi kesehatan dan mengikuti saran mereka.”

Baca juga: Coronavirus Menyebar! Air China Cek Langsung Kesehatan Penumpang di Dalam Kabin

Beberapa perusahaan menawarkan fleksibilitas. IHG, jaringan hotel global yang meliputi Holiday Inn, InterContinental, dan Kimpton, memungkinkan pembatalan bebas penalti untuk pemesanan hotel dan sejenisnya di daratan Cina, Hong Kong, Makau, dan Taiwan, hingga 3 Februari 2020 mendatang.

Mereka mengatakan kebijakan itu “sebagai tanggapan terhadap wabah coronavirus baru-baru ini dan untuk memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan karyawan kami”.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru