Sadarkah Anda bahwa jalur di dalam bandara menuju ke gerbang ruang tunggu lebih banyak berbelok ke kiri atau tidak searah dengan jarum jam. Jalan ini dirancang sebenarnya untuk membuat penumpang tertarik dengan apa yang ada di bandara.
Bagi penumpang, aktivitas paling sederhana adalah menunggu, berangkat dan tiba. Itu adalah istilah sederhananya, tetapi saat tiba di bandara, sembari menunggu keberangkatan terkadang banyak hal yang dilakukan penumpang. Apalagi banyak penumpang yang berpikir untuk menghabiskan uang tanpa terkena pajak pembelian.
Baca juga: Inggris Kembangkan Teknologi ‘Intip’ Isi Tas Calon Penumpang Saat Belanja di Bandara
Dirangkum KabarPenumpang.com dari telegraph.co.uk (23/11/2017), berikut ini ada beberapa hal yang membuat Anda sebagai penumpang menghabiskan uang di terminal keberangkatan.
1. Toko bebas pajak dan harus melewatinya
Setelah melalui serangkaian pemeriksaaan yang melelahkan, pelancong bisa langsung menuju area perbelanjaan bebas pajak. Para pelancong saat sudah sampai di area ini, cenderung memiliki suasana hati yang ceria dan ingin memanjakan diri. Intervistas, seorang konsultan penerbangan menggambarkan ritel bandara adalah zona re-compsure.
“Pemandangan ritel akan memberi isyarat kepada otak para pelancong bahwa sekarang saatnya untuk berbelanja,” ujarnya. Julian Lukaszewicz seorang perancang bisnis senior di Designit mengatakan, desain bandara klasik memaksa setiap pelancong melewati toko bebas pajak untuk sampai ke gerbang ruang tunggu.
2. Jalan melengkung ke kiri dan tanda dimana-mana
Sebagian besar pelancong tidak menyadari bahwa jalan menuju gerbang ruang tunggu biasanya melengkung ke kiri. Alasan ini bagus karena mayoritas penumpang menarik kopernya dengan tangan kanan mereka dan berjalan berlawanan arah jarum jam agar seimbang.
“Melihat ke kanan lebih jauh dan lebih mudah ke sebelah kiri. Akibatnya lebih banyak penjualan yang dihasilkan,” kata Intervistas.
Selain itu ada banyak cara dimana desain bandara mempengaruhi perilaku belanja penumpang. Misalnya papan tanda yang memberikan informasi gerbang yang dituju para pelancong memiliki jarak cukup jauh. Ini membuat penumpang yang melihat jarak tersebut berpikir untuk berbelanja sebelum sampai ke gerbang tujuan mereka.
3. Jam emas adalah kunci
Yang dimaksud dengan jam emas adalah dimana saat penumpang harus menunggu penerbangan mereka. Dikatakan jam emas karena banyak pelancong yang akan berbelanja di bandara. “Banyak bandara yang ingin memperpanjang dan memperluas jam ini, karena itu berarti pendapatan,” kata Lukaszewicz.
Dia mengatakan, semakin banyak waktu yang dihabiskan penumpang di jam emas, semakin banyak uang yang dikeluarkan dalam hitungan menit.
4.Relaksasi
Stres yang dihadapi penumpang dari administrasi keamanan hingga menunggu pesawat adalah hal yang sering terjadi. Sehingga bandara menawarkan kursi pijat, kabin untuk tidur hingga kamar mandi yang nyaman.
5. Cahaya alami dan fitur menarik
Lebih banyaknya cahaya alami yang ada di bandara, adalah nilai plus dan ini juga meningkatkan kemungkinan penumpang untuk masuk ke toko. Toko ini telah dibangun untuk mengundang penumpang yang ramah, dengan lorong toko yang lebar dan cukup menampung orang dengan koper dan perlengkapan ditempatkan secara strategis.
6. Tata letak toko
Tata letak toko yang berada tidak jauh dari jalan penumpang menuju gerbang biasanya mencapai penjualan 60 persen lebih tinggi daripada konfigurasi lainnya.