Senyum ramah, sapaan hangat, dibarengi dengan posisi kedua telapak tangan saling menempel yang mengisyaratkan penyambutan dari awak kabin menjadi pemandangan lumrah yang akan Anda dapati sesaat sebelum Anda masuk ke dalam sebuah kabin pesawat. Bagi sebagian orang, pemandangan seperti ini bisa menandakan awal perjalanan udara mereka – namun tidak sedikit juga dari penumpang yang kerap mengacuhkannya.
Baca Juga: Bingung Saat di Dalam Pesawat? Inilah Pertanyaan Favorit untuk Awak Kabin
Jika Anda ‘beruntung’, Anda akan mendapatkan pertanyaan “duduk di seat nomor berapa, Pak/Bu?”. Nah, tahukah Anda maksud dibalik pertanyaan tersebut?
Mungkin Anda langsung mengasumsikan pertanyaan tersebut hanyalah sebuah basa-basi yang dilontarkan oleh awak kabin kepada penumpang. Atau mungkin Anda beranggapan bahwa mereka akan membantu Anda untuk mengetahui dimana Anda harus duduk. Namun ternyata dua jawaban tersebut salah! Lalu, untuk apa awak kabin melontarkan pertanyaan semacam itu?
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cosmopolitan.com, adapun tujuan dari dilontarkannya pertanyaan semacam itu adalah agar awak kabin bisa memastikan kesehatan dan kebugaran penumpang sebelum mengudara – memastikan penumpang berada dalam kondisi prima.
Hal ini ‘dibocorkan’ oleh awak kabin dari maskapai penerbangan Condor, Myriam Mimi. Ia menyebutkan bahwa wajar adanya jika seorang pramugari meminta Anda untuk menunjukkan boarding pass dan melihat data di dalamnya. Dari sini, seorang awak kabin bisa menilai apakah penumpang terkait berada dalam kondisi prima atau tidak.
“Saya sebenarnya menganalisa penumpang – apakah mereka mabuk, sakit, emosi, atau takut,” tutur Myriam.
Menurut Myriam, tindakan semacam ini menjadi sangat penting bagi awak kabin – karena ditahap ini, awak kabin akan melakukan ‘screening’ guna menghindari sesuatu yang tidka diinginkan di dalam penerbangan.
“Alih-alih mengatasinya ketika pesawat sudah berada di udara, alangkah jauh lebih baik jika dituntaskan di darat (mencegah),” terangnya.
“Sebut saja ketika ada seorang penumpang yang pucat pasi ketika memasuki pesawat. Di situ kami dapat mengeluarkannya dari penerbangan mengingat tidak ada satupun dari penumpang atau awak kabin yang menginginkan penyakit dari si penumpang pucat tersebut,” sambung Myriam.
Baca Juga: Punya Standar Tinggi, Inilah Rasanya Jadi Awak Kabin Emirates
Tentu saja penumpang yang tengah tidak fit ini tidak dikeluarkan dari penerbangan begitu saja, melainkan mereka akan dirujuk ke klinik atau rumah sakit guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Jadi, jangan pernah ragu untuk menjawab pertanyaan dari para awak kabin di pintu pesawat, ya!