Kembali hadir di dunia transportasi pada 2014 silam yang disediakan oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), bus tingkat kini melayani perjalanan wisata keliling Jakarta. Bus-bus ini dihadirkan secara gratis bagi masyarakat Jakarta ataupun para pelacong.
Baca juga: Bus Tingkat Bertenaga Hidrogen Meriahkan Asian Games 2018
Bus tingkat tersebut dibagi beberapa titik lokasi pemberangkatan dengan tujuannya masing-masing baik itu ke tempat ikonik maupun wisata sejarah Jakarta seperti Kota Tua, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Monas, Bundaran HI, Sudirman dan beberapa tempat lainnya. Biasanya bus tingkat ini ramai di hari Sabtu dan Minggu atau libur nasional, meski hari biasa juga tetap beroperasi.
Namun, ternyata bus tingkat bisa dikatakan ‘bus mahal,’ lantaran punya karena kapasitas angkut yang besar dan harus ditopang sasis dengan durabilitas tinggi. Brand and Marketing Communication Manager Karoseri Laksana, Candra Dewi mengatakan, untuk memenuhi standar dimensi bus tingkat, pihaknya menggunakan sasis dan mesin dari pabrikan Eropa seperti Mercedes-Benz, Volvo dan Scania.
Dalam Peraturan Pemerintah No.55/2012, standa minimal jumlah berat bruto (JBB) adalah 21-24 ton dan memiliki panjang 9-13,5 meter dengan tinggi masksimal 4,2 meter serta lebar 2,5 meter. Saat acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 beberapa waktu lalu, Laksana menghadirkan salah satu bus tingkatnya yang menggunakan sasis dan mesin dari Scania K410 EB .
Dimana kerangka tersebut memiliki JBB 25 ton yang dilengkapi delapan suspensi udara. Selain itu sistem kemudinya menerapkan power steering hidrolik untuk memudahkan bus bermanuver. Untuk menjamin keamanan bus dengan bodi jangkung dan bongsor, Scania menyertakan electronic stability programme (ESP), anti-lock braking system (ABS), traction control dan hill hold function. Sumber tenaga bus tersebut menggunakan mesin diesel 13 ribu cc dengan turbocharged.
Tenaga dorong senilai 410 dk/1.950 rpm dengan torsi puncak 2.000 Nm/1.000-1.350 rpm mengalir dari mesin tersebut. Tersedia fitur cruise control dan speed limiter buat membantu supir mengoperasikan bus.
Baca juga: Hotel Bergaya Klasik Modern dalam Wujud Bus Tingkat Vintage
“Untuk bus tingkat itu (desain kabin) custom (sesuai permintaan operator). Sasis harus pakai yang premium yang sesuai untuk double decker. Investasinya cukup besar ya di bus tingkat ini. Satu unit bus tingkat sekitar 3 miliar (rupiah), sudah termasuk kelengkapan (perangkat hiburan dan kenyamanan,” jelas Candra yang dikutip KabarPenumpang.com dari tirto.id.
Mahalnya biaya pembuatan juga dikarenakan bus tingkat memiliki risiko kecelakaan yang lebih besar dibandingkan bus biasa. Sebab dengan bodi yang jangkung dengan titik berat berada diatas membuat bus rentan limbung dan bahkan terguling saat berbelok. Sehingga bus tingkat sebenarnya lebih cocok di jalanan dalam kota dengan ruas jalan besar, tidak banyak tanjakan dan turunan curam. Sementara disisi lain, penggunaan bus tingkat kini tengah menjadi tren diantara PO (Perusahaan Otobus) untuk melayani rute AKAP (Antar Kota Antar Provinsi).