Monday, April 7, 2025
HomeHot NewsTerancam Hancur, Vladimir Putin Sambangi Aeroflot dan Diapit Pramugari Muda

Terancam Hancur, Vladimir Putin Sambangi Aeroflot dan Diapit Pramugari Muda

Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini mengunjungi pusat pelatihan Aeroflot di Moskow. Selama kunjungannya itu, Putin mencoba simulator untuk pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia. Dia juga memeriksa kokpit pelatihan untuk pesawat berbadan sempit jarak menengah MC-21 Rusia.

Baca juga: Tantang AS-Eropa, Israel Siapkan Rp28 Triliun ke Maskapai untuk Tetap Terbang ke Rusia

Padahal saat ini sanksi barat membuat penerbangan Rusia mungkin akan segera bergantung pada industri kedirgantaraan negara yang tekepung. Sehingga bisa dikatakan, ini mengancam penerbangan Rusia dan membuatnya di ambang kehancuran. KabarPenumpang.com melansir dari laman paddleyourownkanoo.com (6/3/2022), meski begitu dia tetap melakukan kunjungan ke Aeroflot dan duduk bersama dengan sekelompok pramugari muda untuk melakukan sesi tanya jawab.

Dalam sesi itu, Putin bahkan duduk tanpa jarak sosial dan tampaknya tidak memiliki kekhawatiran untuk bergaul dengan awak kabin yang akan segera menganggur. Putin mengatakan dia telah berniat untuk mengunjungi pusat pelatihan Aeroflot untuk beberapa waktu tetapi hanya mengkonfirmasi kunjungan itu setelah maskapai mengumumkan akan menangguhkan semua penerbangan internasionalnya mulai 8 Maret karena kekhawatiran bahwa armadanya yang sebagian besar pesawat sewaan akan disita oleh lessor di negara asing.

Tepat sebelum invasi Rusia ke Ukraina, maskapai Aeroflot Group mengoperasikan 100 rute internasional ke 53 negara. Namun mulai 8 Maret kemarin, Aeroflot hanya akan terbang secara internasional ke Minsk. Untuk diketahui, alasan Putin untuk dikelilingi oleh sekumpulan pramugari adalah dengan berpura-pura memberi selamat kepada mereka pada Hari Perempuan Internasional.

Industri penerbangan Rusia mempekerjakan 70 ribu wanita sebelum serangan ke Ukraina dengan diantaranya ada 200 pilot yang perempuan. Terlepas dari ketakutan pada pemecatan yang akan datang, seorang pilot wanita di armada Airbus A320 Aeroflot mengatakan semua yang hadir “mendukung tindakannya dan operasi khusus yang sedang berlangsung di sana”.

Namun, pilot lainnya mengkhawatirkan kemungkinan darurat militer, sebuah rumor yang telah mencengkeram Rusia pada minggu lalu. Mencoba menghilangkan ketakutan akan wajib militer dan darurat militer, Putin hanya mengatakan bahwa dia berharap “tidak akan sampai seperti itu”.

Namun, terlepas dari senyumannya, masa depan Aeroflot, dan maskapai penerbangan Rusia lainnya, terlihat lebih suram dari sebelumnya. Bahkan jika mereka mau, Airbus dan Boeing tidak dapat memasok maskapai Rusia dengan pesawat atau bahkan suku cadang.

Sanksi itu juga mempengaruhi perusahaan kedirgantaraan lain yang memasok maskapai Rusia, sementara penyewa pesawat mencari peluang untuk merebut kembali properti mereka. Saber raksasa IT Airlines telah memutuskan Aeroflot dari sistem pemesanannya, sementara perusahaan bahkan dapat memutuskan maskapai dari proses otomatisasinya yang secara efektif membuat Aeroflot tetap terbang.

Baca juga: Diam-diam, Airbus Kirim Pesawat ke Aeroflot di Hari Pertama Invasi Rusia ke Ukraina

Selain itu, tentu saja, adalah larangan wilayah udara yang luas terhadap pesawat Rusia – sanksi yang memiliki dampak yang jauh lebih besar pada maskapai Rusia daripada operator Barat yang sekarang harus menghindari wilayah udara Rusia.
























RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru