Airbus belum lama ini meluncurkan pesawat demonstrator berbasis jet bisnis Cessna Citation VII dengan extra-performing wing. Ini dilakukan sebagai upaya perusahaan dalam dekarbonisasi atau menekan emisi karbon, selain juga membuat pesawat melaju lebih cepat berkat optimalisasi aerodinamika.
Baca juga: Sebelum A380 Lahir, Ternyata Airbus Sempat Mau Bikin Pesawat Ini untuk Lawan Boeing 747
“Demonstrator sayap berkinerja ekstra dari Airbus adalah contoh lain dari solusi berorientasi teknologi baru Airbus untuk menghilangkan karbon di sektor penerbangan,” kata Sabine Klauke, Chief Technical Officer Airbus, dalam keterangan resminya kepada KabarPenumpang.com.
“Airbus terus menyelidiki solusi paralel dan pelengkap seperti infrastruktur, operasi penerbangan, dan struktur pesawat. Dengan demonstran ini, kami akan membuat langkah signifikan dalam teknologi kontrol aktif melalui penelitian dan pengujian terapan dari berbagai teknologi yang terinspirasi oleh biomimicry,” lanjutnya.
Menekan emisi karbon dan meningkatkan kecepatan pesawat melalui pesawat dengan extra-performing wing atau sayap canggih ekstra panjang tentu bukan isapan jempol. Secara naluriah, teknologi extra-performing wing dalam menekan emisi karbon melalui efisiensi bahan bakar dalam penerbangan sudah tersedia di alam dan Airbus memanfaatkan itu melalui biomimicry.
Biomimicry sendiri adalah praktik menyadur desain atau teknologi apapun yang ditemukan di alam untuk mendukung kemajuan teknologi manusia.
Dalam proyek pesawat demonstrator extra-performing wing ini, Airbus meniru bagaimana elang terbang serta perbandingan badan dan sayapnya, serta bentang sayap itu sendiri. Semua biomimicry itu diaplikasikan dengan baik di pesawat tersebut.
Agar data-data yang didapat lebih akurat, pesawat akan diuji coba dengan dibekali berbagai teknologi sensor di sayap, didukung berbagai teknologi lain seperti semi-aeroelastic hinge, multifunctional trailing edges, dan lainnya.
Pada akhirnya, data-data yang berhasil dihimpun sensor dkk itulah yang akan membuktikan apakah pesawat demonstrator extra-performing wing betul mampu mengurangi atau mengefisiensi bahan bakar dalam penerbangan atau dengan kata lain menekan emisi karbon.
Airbus sendiri bukan pertama kali melakukan upaya dekarbonisasi melalui pengembangan sayap dalam mengoptimalkan aerodinamika pesawat saat di udara.
Sebelum tahun 2000, Airbus pernah melakukan mengembangkan pesawat widebody P500 dengan konsep horizontal double bubble (HDB).
Pesawat Aurora Double-Bubble D8 diklaim akan membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat 37 persen atau menurunkan emisi karbon dioksida hingga 87 persen serta lebih senyap atau minim polusi suara dibanding pesawat jet pada umumnya.
Baca juga: Pesawat Flying-V KLM-TU Delft Sukses Terbang Perdana! Lebih Hemat 20 Persen Dibanding A350
Teknologi terbaru di bagian sayap Aurora D8 disebut mampu mengurangi hambatan pada badan pesawat sehingga membuat penerbangan jadi lebih efisien hingga 70 persen.
Selain itu, sayap terbaru itu juga membuat pesawat melaju lebih kencang mencapai kecepatan sekitar 936 km per jam atau Mach 0,74, didukung oleh mesin terbaru yang lebih kecil dan ringan dari Pratt & Whitney serta United Technologies. Pesawat juga disebut lebih senyap dari pesawat pada umumnya.