Sunday, April 6, 2025
HomeBus dalam kotaTarif Mahal, Bus Wisata HoHo di New Delhi Sepi Peminat

Tarif Mahal, Bus Wisata HoHo di New Delhi Sepi Peminat

Bus Hop on Hop off (HoHo) di India sepi peminat dan jumlah armadanya berkurang dari 15 menjadi hanya lima saja. Pasalnya tiket bus ini termasuk mahal yakni 400 Rupee atau sekitar Rp106 ribu untuk satu hari tur mengelilingi Delhi. Tur dengan Bus HoHo sendiri hanya mengunjungi 21 lokasi di seluruh kota.

Baca juga: “Wonderful Indonesia” Kini Hadir di Jalanan Moskow

Bus HoHo sendiri dimulai oleh Perusahaan Pengembangan Pariwisata dan Transportasi Delhi (DTTDC). DTTDC juga menghadirkan tur setengah hari dengan setengah harga. Tarif HoHo dihitung terlalu mahal dikarenakan perusahaan tur swasta melakukan tur sehari penuh dengan bus Volvo ber-AC hanya sekitar 30 Rupee atau Rp61 ribu meski tidak memberikan penumpang fleksibilitas yang ditawarkan oleh HoHo.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman thehindu.com (1/7/2019), armada bus HoHo sendiri dalam kondisi baik, hanya saja frekuensi keberangkatan dan kurangnya infrastruktur di titik penjemputan yang menjadi pengganggu layanan.

“Harga harus dikurangi secara signifikan jika ingin meningkatkan popularitas bus HoHo,” ujar Jagannath Sahni seorang pengguna bus HoHo.

Setiap pengguna bus HoHo bisa naik dari titik penjemputan setelah selang waktu 45 menit. Sayangnya setelah menerima waktu yang menjelaskan rute dan waktu masing-masing bus, seorang penumpang bernema Shruti Shreya mengaku tidak puas.

“Ini adalah layanan yang baik, tetapi waktu yang disediakan tidak memadai untuk melihat semua tempat. Empat puluh lima menit adalah waktu yang terlalu sedikit untuk menutupi beberapa tempat. Saya pikir interval antara dua bus harus dimodifikasi agar sesuai dengan lokasi yang berbeda,” ungkapnya.

Layanan HoHo juga mempekerjakan sejumlah pemandu wisata yang memberikan penjelasan mengenai tempat-tempat wisata sepanjang perjalanan. Namun, penjelasan tersebut tidak dapat menjangkau para penumpang karena hanya dalam dua bahasa yakni Inggris dan Hindi dan para pemandu wisata ini sering beralih di antara dua bahasa tergantung pada demografi penumpang.

Layanan HoHo telah gagal memikat wisatawan asing, bahkan sebagian besar penumpang adalah orang India. Bus berhenti di rambu jalan layanan HoHo yang ditunjuk, untuk mengantar dan mengumpulkan penumpang. Tapi, di sejumlah lokasi utama, termasuk Gerbang India, tidak ada papan nama yang tepat.

Baca juga: Dari London, Telah Meluncur Bus Tingkat Bertenaga Listrik Pertama di Dunia

Keluhan lain yang dibuat oleh penumpang terkait dengan notifikasi yang tidak memadai. “Kami ketinggalan bus terakhir kemarin. Mereka harus memberi tahu penumpang sebelum bus terakhir berangkat, ”kata Shreya, ketika dia turun di Pasar Sarojni Nagar.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru