Setelah melakukan uji coba pertama di Wina, Austria, pada April tahun lalu, taksi terbang drone pertama di dunia, EHang, dilaporkan telah bermitra dengan LN Holdings, platform pariwisata dan grup pengembangan hotel, untuk merealisasikan konsep passenger drone hotel atau hotel drone penumpang pertama di dunia. Dengan konsep tersebut, nantinya para tamu hotel dapat memiliki kesempatan untuk bepergian dengan drone penumpang ikonik EHang sebagai transportasi dan wisata udara di dunia perhotelan.
Baca juga: Prototipe Taksi Drone Ehang 184, Sukses Uji Coba Dalam 1000 Kali Terbang
Dikutip dari dronelife.com, hotel drone penumpang dinilai sebagai cara yang brilian untuk memamerkan teknologi wahana terbang otomatis (AAV) dan urban air mobility (UAM). Wisatawan yang mengunjungi Guangzhou akan dapat berkeliling di sekitar landmark kota seperti Menara Canton, Beijing Road, dan Sungai Pearl dari udara. Kemitraan ini berencana untuk menawarkan bukan hanya peluang baru menikmati Kota Guangzhou yang indah, tetapi juga untuk menyisipkan peluang pendidikan dan hiburan seperti pertunjukan lampu drone.
“Program ini akan mempromosikan integrasi inovatif mulai dari tamasya udara (UAM), transportasi wisatawan, logistik udara, pertunjukan cahaya dengan drone, pameran cerdas, hingga pendidikan. Ini juga akan mempromosikan pengalaman baru wisata udara dan mengeksplorasi kasus penggunaan komersial lainnya untuk EHang AAV,” tulis EHang dalam sebuah rilis.
“Seiring perkembangan teknologi canggih lainnya seperti jaringan 5G, teknologi AAV secara bertahap akan mewujudkan potensi pasar dalam triliunan dolar. Menurut Morgan Stanley, pasar UAM global harus mencapai US$1,5 triliun pada tahun 2040. Pasar Cina menunjukkan potensi kuat sebesar US$431 miliar, menyumbang hampir 30 persen dari pasar UAM global,” tambah EHang dalam rilisnya.
Hotel drone penumpang pertama yang beroperasi adalah LN Garden Hotel di Nansha, sebuah distrik pantai di Guangzhou. Hotel ini mengikuti kesepakatan antara EHang dan pemerintah Cina dalam menetapkan Guangzhou sebagai “kota pintar UAM pertama di dunia dan Cina”.
Hu Huazhi, pendiri, ketua, sekaligus CEO EHang, mengatakan bahwa pihaknya sangat menikmati momen kemitraan strategis bersama LN Holdings. Di samping itu, mereka juga berkontribusi atas program pemerintah dan perkembangan Kota Guangzhou dalam menata pariwisata.
“Kami sangat senang untuk membangun kemitraan strategis yang komprehensif dan jangka panjang dengan LN Holdings. Membantu membangun Guangzhou menjadi kota percontohan mobilitas udara global adalah tonggak sejarah bagi kami, dan selanjutnya mempromosikan komersialisasi ekosistem UAM,” katanya.
“Para tamu LN Garden Hotel akan mendapat layanan AAV cerdas, termasuk tamasya udara yang unik, pengiriman udara yang nyaman dan otonom serta pertunjukan lampu udara berteknologi tinggi,” tambahnya.
Senada dengan Hu Huazhi, Liang Lingfeng, Manajer Umum Grup LN dan Pimpinan LN Holdings, menyebut bahwa jaringan yang dimiliki perusahaan diklaim dapat membantu ekspansi EHang dalam mengoperasikan taksi drone pertama di dunia. Selain itu, ia juga mengapresiasi kolaborasi teknologi dengan pengalaman parwisata.
Baca juga: [Video] Taksi Drone 282 Karya Anak Bangsa Berhasil Terbang Sebelum Dipamerkan di Jerman
“Kami memiliki rantai sumber daya yang luas di industri pariwisata, yang mencakup perjalanan, hotel bermerek, konvensi, pameran, dan tempat wisata yang indah. Dengan memanfaatkan kemampuan LN Grup pemegang saham pengendali kami untuk mengintegrasikan sumber dayanya di sektor konsumen, bekerja sama dengan EHang dapat menghasilkan produk dan layanan tambahan,” jelasnya.
“Kami dapat memenuhi permintaan perjalanan pelanggan di udara dan di darat dengan menggabungkan teknologi cerdas dengan pengalaman wisata. Akhirnya, kami akan menyediakan produk dan layanan baru di berbagai sektor, kategori bisnis, dan wilayah yang berbeda di negara ini,” tambahnya.