Vietnam menjadi satu dari beberapa negara yang tak sekalipun mencatat pertumbuhan ekonomi di bawah nol. Padahal, di saat yang bersamaan, pandemi virus Corona telah menyeret berbagai negara maju ke dalam resesi. Sayangnya, prestasi Vietnam tak lantas diikuti oleh BUMN negara tersebut, seperti misalnya flag carrier nasional mereka, Vietnam Airlines.
Baca juga: Gantikan Armada Airbus yang Sudah Tua, Vietnam Airlines Berencana Pesan 100 Boeing 737 MAX
Selama sembilan bulan atau hingga kuartal ketiga 2020, maskapai yang berdiri sejak 1956 ini tercatat membukukan kerugian bersih sebesar US$463 juta atau Rp6,7 triliun (kurs Rp14.700). Hal ini tentu saja diakibatkan turunnya frekuensi penerbangan internasional serta kebijakan ketat pemerintah dalam menangkal Covid-19 ke negara yang sering disebut Vietnam Rose ini.
Dilansir Simple Flying, sejak akhir Januari, Vietnam Airlines telah menangguhkan semua penerbangan dari dan ke China. Sebanyak 70 ribu pengunjung antara kedua negara terdampak oleh kebijakan tersebut.
Dua bulan berselang, pemerintah memutuskan untuk menutup pintu internasional dari dan ke negara tersebut, kecuali beberapa penerbangan internasional yang sangat penting. Hal itu tentu saja semakin membuat maskapai berdarah-darah.
Memasuki bulan Juni, penerbangan domestik mulai berangsur pulih. Sekalipun di titik ini penerbangan internasional masih belum bisa diandalkan, setidaknya maskapai tetap bisa memutar uang bersamaan dengan jalannya rute domestik.
Sambil terus fokus di penerbangan domestik, Vietnam Airlines juga mengambil langkah-langkah efisiensi, seperti restrukturisasi utang, reorganisasi manejemen atau PHK karyawan, serta menahan pengeluaran yang tidak mendesak. Tentu saja semua langkah tersebut juga dilakukan oleh seluruh maskapai di dunia.
Dewi fortuna nampaknya juga berpihak ke maskapai yang beraliansi dengan SkyTeam ini. Hal itu tercermin dari tingginya mobilitas maskapai terhadap penerbangan charter khusus kargo, repatriasi, dan pemulihan rute domestik.
Pada penerbangan repatriasi, maskapai ini tercatat telah mengoperasikan lebih dari 100 penerbangan repatriasi dan membawa pulang lebih dari 30.800 warga negara ke berbagai tujuan, seperti Angola, Guinea Khatulistiwa, Amerika Serikat, Taiwan, negara-negara di Eropa, dan banyak negara lainnya di seluruh dunia.
Baca juga: Sesama Anggota SkyTeam, Vietnam Airlines dan Garuda Indonesia Sepakati Codeshare dan MRO
Penerbangan kargo pun demikian. Vietnam Airlines setidaknya telah mengoperasikan lebih dari 2.600 penerbangan kargo ke seluruh dunia. Beberapa dari penerbangan ini termasuk sumbangan peralatan dan perlengkapan medis serta berbagai barang bernilai ekonomi tinggi lainnya.
Vietnam Airlines dan anak usahanya, Pacific Airlines, merupakan pemegang market share terbesar di Vietnam dengan lebih 50 persen pangsa pasar domestik. Hingga kuartal ketiga, keduanya telah mengoperasikan 46.700 penerbangan dan mengangkut kurang dari 12 juta penumpang serta 146.000 ton kargo. Selain itu, khusus untuk Vietnam Airlines, maskapai juga telah meluncurkan 22 rute domestik baru dan saat ini menerbangi lebih dari 300 penerbangan per hari.