Semua maskapai penerbangan dunia saat ini menderita kerugian besar sejak perjalanan udara dihentikan ketika sebagian besar negara menutup perbatasan mereka untuk mencegah penyebarluasan virus corona (Covid-19). Hal ini kemudian membuat beberapa maskapai yang tidak memiliki penerbangan domestik akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
Baca juga: Awal Juli 2020, Cathay Pacific Buka Kembali Penerbangan Ke Lima Tujuan Utama
Seperti Cathay Pacific dan Singapore Airlines yang hanya melayani penerbangan internasional dan tidak memiliki layanan penerbangan domestik. Kepala konsultan penerbangan Asia di Cirium, Joanna Lu mengatakan, kedua operator tersebut saat ini melihat keuntungan berubah menjadi kerugian dalam laporan pendapatan terbaru mereka.
KabarPenumpang.com melansir dari laman cnbc.com (13/8/2020), maskapai yang berbasis di Hong Kong tersebut melaporkan kerugian HK$9,87 miliar di paruh tahun pertama 2020. Angka ini didapat setelah mencatatkan keuntungan HK$1,35 miliar setahun lalu.
Sedangkan maskapai asal Singapura mencatatkan untuk kuartal yang berakhir 30 Juni kemarin mengalami kerugian bersih S$1,12 miliar dan turun dari laba bersih S$111 juta pada tahun sebelumnya. Meski beberapa negara sudah mulai membuka diri untuk pelancong dengan hasil pengujian Covid-19 dan pemeriksan kesehatan di bandara, tetapi masih banyak yang tertutup untuk pengunjung internasional karena kasus yang dikonfirmasi masih tinggi secara global.
Lu mengatakan, Capital Connection pada hari Rabu (12/8/2020), bahwa perjalanan dalam pasar domestik atau regional kemungkinan akan dilanjutkan lebih cepat dibandingkan dengan penerbangan jarak jauh ke tujuan internasional.
“Maskapai penerbangan yang melayani pasar domestik skala besar mungkin akan mendapatkan keuntungan lebih dari itu, termasuk maskapai penerbangan di Cina, Jepang dan mungkin Indonesia,” katanya.
Namun, hal yang sebaliknya berlaku untuk Hong Kong dan Singapura, di mana penduduk lokal tidak melakukan perjalanan domestik melalui udara karena wilayah daratan yang kecil. Lu juga mempertimbangkan alasan mengapa Asosiasi Transportasi Udara Internasional pada bulan Juni yang mengatakan Asia Pasifik diperkirakan akan mencatat “kerugian absolut terbesar” pada tahun 2020.
Baca juga: Demi Selamatkan Perusahaan, 6000 Staf Singapore Airlines Group Ambil Cuti Tanpa Dibayar
Dia mengatakan gangguan perjalanan internasional telah menjadi “penyebab utama” dari “kemajuan negatif” dalam industri di Asia Pasifik. Selain itu, Lu menambahkan bahwa kawasan ini memiliki banyak negara dan pasar, sementara Eropa dan Amerika Serikat “cukup banyak beroperasi sebagai pasar domestik tunggal yang bersatu”.