Saturday, April 5, 2025
HomeAnalisa AngkutanSurvei: 22 Persen Pelancong Gunakan Jasa AI untuk Pelajari dan Rencanakan Perjalanan...

Survei: 22 Persen Pelancong Gunakan Jasa AI untuk Pelajari dan Rencanakan Perjalanan Wisata

Pelancong yang ingin berlibur sering kali merasa kesulitan dalam memutuskan ke mana akan bepergian. Dengan ratusan destinasi populer dan beragam pilihan penerbangan, memutuskan ke mana harus bepergian bisa menjadi sebuah tantangan.

Bagi sebagian pelancong, pilihan mereka ditentukan oleh keluarga dan teman di negara asing atau semata-mata karena daftar keinginan mereka. Dalam kasus terakhir, menentukan tujuan kunjungan untuk bersantai bisa jadi sulit.

10 Kesalahan Pelancong dalam Mengepak Koper

Sementara, aplikasi ponsel telah membuatnya sedikit lebih mudah dengan memungkinkan pengguna memilih berdasarkan jenis kelompok (usia, minat, dll.) dan waktu dalam setahun. Laporan Skyscanner Horizons tahun 2023 menunjukkan bahwa penggunaan ponsel adalah hal yang umum di kalangan pelancong yang melakukan penelitian tentang tujuan yang akan dikunjungi. Laporan tersebut menunjukkan temuan dari survei terhadap lebih dari 18.000 wisatawan global yang memilih pilihan perjalanan dan pengeluaran mereka.

Dikutip dari Simple Flying, laporan tahunan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di seluruh dunia tertarik menggunakan berbagai platform online untuk melakukan penelitian mengenai destinasi mereka, membandingkan penerbangan dan hotel, dan dalam banyak kasus, memesan melalui platform online.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa lebih dari 48 persen orang melakukan riset destinasi melalui ponsel sebelum merencanakan perjalanan udara mereka. Selain itu, hampir 47 persen orang membandingkan penerbangan ke destinasi berbeda sebelum mengambil keputusan. Laporan tersebut juga menyoroti bahwa lebih dari 40 persen peserta survei memesan perjalanan melalui perangkat seluler.

Menggunakan perangkat seluler untuk riset tujuan perjalanan juga bisa berarti menggunakan Kecerdasan Buatan – Artificial intelligence (AI) saat membuat rencana. Chatbot online, umumnya tersedia di perangkat genggam, dapat membuat keputusan tersebut lebih mudah dengan memberikan ringkasan komprehensif tentang tempat-tempat berdasarkan minat seseorang.

Orang dapat meminta chatbot untuk membuat daftar tujuan teratas untuk minat tertentu. Demikian pula, pilihan destinasi tertentu dapat dipersempit berdasarkan jenis atraksi yang tersedia bagi wisatawan selama waktu perjalanan yang diinginkan. Menurut laporan itu,

“Menurut survei, lebih dari seperlima (22 persen) pelancong di seluruh dunia telah meminta bantuan chatbot AI untuk merencanakan dan meneliti ke mana mereka harus pergi. Wisatawan Amerika dan India jauh di atas rata-rata global, sedangkan wisatawan dari UEA dan Arab Saudi juga berada di atas rata-rata. Negara-negara yang paling sedikit menggunakan AI adalah Jepang, Inggris, Belanda, dan Australia.”

Tips Penerbangan: Bahaya, Jangan Terlalu Banyak Muat Informasi di Label Koper Bagasi

Penggunaan perangkat seluler untuk penelitian dan pemesanan tujuan perjalanan udara sebagian besar terlihat di belahan dunia timur, termasuk Asia-Pasifik dan Timur Tengah. Meskipun wisatawan Amerika Utara dan Eropa juga menggunakan AI ketika merencanakan perjalanan udara mereka, wilayah di mana industri penerbangan berkembang memiliki skala yang lebih besar.

Banyak aplikasi seluler dan chatbot AI menyediakan berbagai tujuan, penerbangan, dan hotel untuk dibandingkan. Daripada mengunjungi situs individual untuk melakukan riset destinasi, calon wisatawan dapat mengakses chatbot pintar yang menyediakan semua informasi di satu tempat. Demikian pula, pemesanan penerbangan dan hotel melalui AI menjadi jauh lebih mudah.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru