Selama ini, sebagian dari kita mungkin tidak menyadari bahwa kereta jarak jauh seperti rute Jakarta – Bandung tidaklah selalu menempuh jalur yang datar, sesekali menanjak dan me Namun tanjakkan tersebut masih tergolong normal karena kereta tidak perlu menggunakan rel gerigi untuk menempuh rute tersebut. Lalu, bayangkan jika kereta yang Anda tumpangi tidak lagi menggunakan rel gerigi untuk melewati suatu medan menanjak, melainkan ditarik dengan menggunakan sebuah kabel.
Baca Juga: Glacier Express, Antarkan Anda Nikmati Indahnya Pemandangan Swiss
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (18/12/2017), resor Alpine di Stoos, Swiss menjadi saksi bisu dari pembukaan layanan kereta yang ditarik dengan menggunakan kabel paling curam di dunia, setidaknya kereta tersebut harus mendaki gradient 110 persen. Tidak hanya medannya saja yang ekstrem, kereta yang digunakan pun memiliki bentuk yang tidak biasa, yaitu berupa gerbong silinder yang dialaskan pada sebuah benda menyerupai papan seluncur. Ini dimaksudkan agar penumpang tetap dalam kondisi duduk tegak.
Untuk jarak tanjaknya sendiri, kereta akan menanjak sejauh 110 meter, dengan 100 meter merupakan tanjakkan yang paling curam. Tidak bisa dipungkiri, inilah jalur menanjak kereta paling curam di dunia. Kereta ini sendiri menghubungkan kota Schwyz dan Stoos, desa bebas kendaraan di Alpine. Stoos Bahn selaku pengembang dari jalur ini mengaku membutuhkan waktu selama 14 tahun untuk menyelesaikan jalur ini, meleset dua tahun dari yang semula dijadwalkan. Proyek ini sendiri menelan dana sekitar USD$53 juta atau setara dengan Rp719,7 miliar.
“Semua orang bahagia proyek ini telah selesai dan siap beroperasi,” tutur juru bicara Stoos Bahn, Ivan Steiner. Ia menambahkan bahwa kondisi pegunungan di Swiss memaksa anak-anak menggunakan cable cars untuk sampai di sekolah. Selain memudahkan mobilitas dari kedua destinasi, kereta ini juga menjadi daya tarik wisata baru bagi turis lokal maupun mancanegara.
Baca Juga: Rute Ekstrim Kereta Bergerigi di Swiss, Kemiringannya Hingga 48%
Diketahui dari laman sumber berbeda, kereta ini merupakan suksesor dari kereta sebelumnya yang sudah beroperasi sejak tahun 1933 silam.
Dapatkah Anda membayangkan pemandangan yang disajikan saat menaiki kereta ini? Hamparan pegunungan khas Swiss yang biasanya tertutup salju akan menggantikan rasa takut Anda ketika kereta ini menanjak menggunakan kabel. Jadi, jangan lupa untuk mampir jika Anda berkesempatan mengujungi Swiss!