Sunday, April 6, 2025
HomeHot NewsStartup Asal Amerika Serikat Tampilkan Desain Kereta Penyedot Emisi Karbon Diosida

Startup Asal Amerika Serikat Tampilkan Desain Kereta Penyedot Emisi Karbon Diosida

Guna menciptakan lingkungan yang bersih dari emisi, serangkaian uji coba terus dikembangkan dalam dunia kereta api. Selain pemanfaatan energi terbarukan untuk tenaga sang kuda besi, belum lama ini mencuat konsep yang mengedepankan fungsi kereta api untuk membersihkan emisi karbon dioksida. Lantas, bagaimana caranya?

Baca juga: Komitmen Nol Emisi di 2030, India Kaji Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik di Stasiun Kereta Api

Dikutip dari inverse.com, CO2Rail, sebuah perusahaan rintisan yang berbasis di Amerika Serikat, merilis konsep terbaru yang mengunah kereta api menjadi vakum yang menyedot karnon dioksida dari udara. Dalam konsep tersebut, tim insinyur menyusun rencana untuk gerbong kereta yang dapat menyaring hampir 25 pon karbon dioksida dari udara untuk setiap mil yang mereka tempuh.

Konsep ini bertumpu pada metode pengereman yang umum ditemukan di mobil listrik seperti Tesla yang disebut pengereman regeneratif dan teknologi penangkapan karbon yang kontroversial. Konsep ini akan menggunakan infrastruktur rel yang ada, seperti kereta penumpang dan kereta barang. Penggunaan infrastruktur rel yang ada, serta energi pengereman regeneratif, adalah ide inovatif untuk menangkap karbon udara secara langsung.

“[Energi ini] sudah diproduksi dan jangan disia-siakan. Mengapa tidak menangkap dan menggunakannya saja?” tanya Eric Bachman, salah satu pendiri CO2Rail. Jika energi digunakan untuk menggerakkan kereta, itu akan membantu mencegah emisi CO2 dari kereta itu sendiri. Tetapi para penulis menemukan jumlah energi yang sama juga dapat digunakan untuk menyaring hingga lima kali lebih banyak CO2 dari udara daripada yang dapat dihemat jika menyalakan sistem penangkap karbon onboard. Selain itu, memasang panel surya ke kereta juga akan membantu memastikan mereka selalu dapat menyala, menurut penelitian tersebut.

Pendapat berbeda dikemukakan Matthew Realff dan Ryan Lively, peneliti dari Institut Teknologi Georgia yang mempelajari penangkapan karbon, “Energi ini lebih baik digunakan untuk menangkap CO2 menggunakan [penangkapan udara langsung] daripada menggunakannya untuk menghemat bahan bakar atau listrik untuk mengatifkan kereta api.”

Menangkap kembali karbon dari udara membutuhkan banyak uang dan energi. Pada tahun 2021, ada 19 pabrik di seluruh dunia yang menangkap karbon dioksida dari udara. Bersama-sama mereka menyedot sekitar 10.000 metrik ton CO2 per tahun dengan harga $150-325 per metrik ton, menurut Badan Energi Internasional. Secara keseluruhan, itu adalah biaya hingga $3,2 juta untuk menghilangkan jumlah emisi yang sama seperti yang diciptakan oleh 1.260 rumah di AS.

Baca juga: Terbukti Turunkan Emisi CO2, Uni Eropa Usulkan Penumpang Pesawat Beralih ke Kereta untuk Rute Jarak Pendek

Bandingkan dengan rencana penangkapan karbon dengan teknologi perkeretaapian, diperkirakan dapat menghilangkan 45.000 kali jumlah tersebut dengan menggunakan 13.350 gerbong kereta retro pada tahun 2030, dengan perkiraan biaya $45 per metrik ton. Itu setara dengan 450 jutra ton karbon dioksida — mungkin cukup untuk memperhitungkan hampir semua emisi yang berasal dari rumah-rumah di AS.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru