Starbucks telah membuka kedai kopi baru di Korea Selatan, tempat para pelanggan dapat menyeruput latte mereka dan melihat desa pegunungan Korea Utara yang tenang di kejauhan.
Pada hari Jumat (28 November), jaringan waralaba Amerika tersebut membuka lokasi terbarunya di sebuah observatorium di Aegibong Peace Ecopark dekat kota Gimpo — sekitar 31 mil di barat laut Seoul, Korea Selatan, dan kurang dari satu mil dari wilayah Korea Utara.
Namun, para pelanggan harus melewati pos pemeriksaan militer sebelum memasuki observatorium tersebut, yang menghadap ke gunung Songaksan di Korea Utara, menurut The Associated Press.
Para pejabat dari kota Gimpo di Korea Selatan menjelaskan bahwa pembukaan Starbucks tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan fasilitas perbatasannya sebagai tujuan wisata, dengan mengatakan bahwa kedai kopi tersebut melambangkan “keamanan yang kuat di Semenanjung Korea melalui kehadiran merek kapitalis yang ikonik ini.”
Observatorium tersebut merupakan salah satu atraksi utama di Taman Aegibong, yang dibangun di atas bukit yang merupakan lokasi pertempuran sengit selama Perang Korea.
Sampai tahun ini, terdapat hampir 2.000 kedai kopi Starbucks di seluruh Korea Selatan, menurut SCK Company, yang mengoperasikan Starbucks di negara tersebut melalui kesepakatan lisensi. Gimpo dan kota-kota perbatasan Korea Selatan lainnya seperti Paju telah berupaya mengembangkan situs perbatasan mereka sebagai aset wisata, bahkan saat ketegangan meningkat antara kedua Korea.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah berupaya meningkatkan tekanan pada Korea Selatan dan mengancam akan menyerang saingannya dengan senjata nuklir jika diprovokasi. Korea Utara juga terlibat dalam perang psikologis dan elektronik melawan Korea Selatan, seperti menerbangkan balon berisi sampah ke Selatan dan mengganggu sinyal GPS dari daerah perbatasan dekat bandara terbesar di Selatan.