Monday, April 7, 2025
HomeHot NewsSetelah X-Ray, Kini Giliran Robot Patroli Hadir di Stasiun MRT Singapura

Setelah X-Ray, Kini Giliran Robot Patroli Hadir di Stasiun MRT Singapura

Belakangan ini, pengamanan pada prasarana transportasi di Singapura kian ketat, sebagai contoh adalah penggunaan X-ray bagi calon penumpang yang akan memasuki stasiun MRT (Mass Rapid Transit). Dan masih terkait pengamanan pada area stasiun, Land Transport Authority (LTA), sebagai otoritas yang berwenang mengatur transportasi darat di Singapura, telah memperkenalkan sosok robot untuk tugas patroli.

Baca juga: Antisipasi Serangan Teroris, Stasiun MRT Singapura Akan Dilengkapi Pemindai X-Ray

Dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (6/12), pihak LTA telah mengonfirmasi kehadiran satu unit robot patrol di Stasiun MRT Hougang. Status penggunaan robot ini masih dalam tahap uji coba, dimana LTA tengah mencoba alur navigasi dan kapabilitas pengawasan yang dapat dilakukan. “Di masa depan, penggunaan robot untuk patroli akan berpotensi menggantikan peran hadirnya petugas keamanan,” ujar juru bicara LTA.

Robot berwarna putih dengan tinggi 1,6 meter ini dikembangkan langsung oleh ST Engineering. Fitur yang melekat pada robot patroli ini adalah 7 unit kamera pengintai yang dapat memanta situasi 360 derajat. Untuk akurasi lokasi, robot ini juga dilengkapi GPS (Global Positioning System), plus beragam sensor seperti LIDAR (Light Detection and Ranging) dan laser tracker. Dalam tahap lanjutan, LTA menyebut robot akan punya kemampuan analisa video dan audio.

“Tahapan latihan kali ini akan memetakan potensi kehadiran robot yang diperlukan untuk menjamin keamanan di area transportasi publik,” kata pihak LTA. Sebagai konsol kendali ditempatkan pada unit kendaraan, yang di dalamnya operator dapat memanta lewat kamera, serta memungkinkan mengirimkan output data langsung ke Pusat Operasi LTA di Hampshire Road.

Sebelumnya, robot sejenis yang dioperasikan pihak Kepolisian Singapura telah dijajal kemampuannyua pada 33rd Asean Summit di Suntec Singapore International Convention and Exhibition Centre.

Baca juga: Bantu Penumpang Bawa Barang Hingga ke Gerbang, KLM Hadirkan Robot Care-E

Menurut Dr Rohan Gunaratna dari International Centre for Political Violence and Terrorism Research di S. Rajaratnam School of International Studies, pengetatan keamanan pada stasiun MRT menjadi isu yang dikedepankan Singapura setelah pada tahun 2010 lalu ditemukan peta Stasiun MRT Orchard di rumah seorang tersangka teroris yang tewas di Indonesia. Pada peta yang ditemukan, nampak posisi stasiun Orchard yang dilingkari.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru