Para peneliti di sektor aviasi hingga saat ini masih berjibaku untuk menemukan satu benang merah dari dua kecelakaan yang terjadi dalam kurun waktu lima bulan terakhir – Lion Air JT-610 pada 29 Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines ET-302 pada 10 Maret 2019. Berbagai spekulasi dan asumsi terkait dua kecelakaan yang menyebabkan pembekuan sementara armada Boeing 737 MAX 8 di seluruh penjuru dunia ini pun mulai bermunculan ke permukaan, dan para peneliti memusatkan perhatian mereka terhadap sistem sensor angle-of-attack yang diduga sebagai ‘biang kerok’ dari dua kecelakaan mematikan ini.
KabarPenumpang.com mengutip dari berbagai laman sumber, para peneliti menemukan ada sejumlah kesamaan dari dua kecelakaan ini dan CEO Boeing, Dennis Muilenburg tidak bisa menampikkan dua fakta yang ditemukan oleh para peneliti ini.
“Ada input sensor yang salah,” ujar Dennis.
Pernyataan Dennis tersebut sebagai tanggapan dari Sekretaris Transportasi Ethiopia yang menyebutkan bahwa ada, “kesamaan yang sangat jelas (antara kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines),”
Patut diketahui bersama, angle-of-attack merupakan sudut antara garis referensi pada body pesawat dan vektor yang mewakili gerakan relatif antara pesawat dan fluida yang bergerak di antaranya. Sebanyak enam ahli mengatakan bahwa risiko yang ditimbulkan oleh sensor angle-of-attack yang salah diperkuat oleh meningkatnya peran otomatisasi kokpit. Hingga saat ini, pernyataan tersebut masih dijadikan satu acuan yang patut diperhatikan oleh Boeing untuk merevisi sistem terkait.

Jika melihat lagi ke rentetan kecelakaan yang telah terjadi sebelumnya, ternyata ada sejumlah kecelakaan yang disebabkan oleh ketidak-akuratan data yang dikirimkan oleh sensor angle-of-attack dan data yang diperoleh oleh pilot dan kopilot di dalam kokpit.
Baca Juga: Terlambat 2 Menit, Penumpang Ini Selamat dari Kecelakaan Maut Ethiopian Airlines ET302
Mengutip dari laman washingtonpost.com (17/3/2019), dalam kurun waktu lima tahun terakhir, orotitas penerbangan Amerika Serikat (FAA) mencatat ada lebih dari 50 masalah pada sensor angle-of-attack. Data tersebut tercatat oleh Federal Aviation Administration’s Service Difficulty Reporting, dan beruntung, tidak ada kecelakaan yang diakibatkan oleh kesalahan pada sensor ini.
Kesalahan fatal semacam ini memang harus digarisbawahi dan mendapatkan perhatian serius oleh Boeing. Jangan sampai ini menjadi ‘masalah turunan’ yang pada akhirnya bisa membahayakan setiap penerbangan yang dilakoni oleh Boeing dan merugikan perusahaan.