Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat India. Atas dasar fakta tersebut, Menteri Kereta Api India menyatakan bahwa tahun 2018 sebagai tahun keamanan wanita dan anak. Adanya pernyataan ini dikarenakan wanita dan anak-anak rentan kejahatan apalagi saat berada di dalam kereta api.
Baca juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas
Dengan pernyataan dari Menteri, akhirnya Railway Police Force (RPF) membentuk dua tim yakni Bhairavi dan Virangna yang berisikan staf wanita untuk menjaga keamanan penumpang wanita dan anak di dalam gerbong wanita. Indian Railways mengatakan bahwa tahun 2018 ini sudah hampir 1400 penumpang pria diamankan pihak RPF karena berada di gerbong wanita di Northern Railway.
“Menteri Kereta Api telah mengumumkan tahun 2018 sebagai tahun Wanita & Keamanan Anak. Dalam hal ini, tim Bhairavi dan Virangna telah dibentuk yang berisi staf wanita RPF 1.384 penumpang pria yang bepergian dengan pelatih wanita ditangkap pada tahun ini,” ujar sebuah pernyataan.
KabarPenumpang.com melansir dari laman ndtv.com (20/8/2018), saat ini RPF sendiri setelah penangkapan tersebut mengawal sebanyak 220 kereta di bagian Northern Railway atau kereta utara. Tahun ini sendiri sebanyak 61.211 orang telah diamankan dan ditangkap di bagian jalur kereta api berbeda karena kesalahan yang dilakukan menyangkut dalam Undang-Undang Kereta Api dan didenda Rs15 juta atau sekitar Rp3,12 miliar.
Baca juga: Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!
“Hingga bulan Juli 2018 RPF sudah menangkap 250 penjahat IPC yang terlibat dalam kejahatan yang terkait dengan penumpang dan menyerahkannya pada Government Railway Police (GRP),” ujar Indian Railways.
Properti kereta dengan kerusakan senilai Rs2,5 juta atau sekitar Rp531 juta sudah dipulihkan dan sebanyak 484 orang perusak properti korporasi yang dikenakan pasal dalam UU Kepemilikan Kendaraan Bermotor ditangkap pihak kepolisian. Diketahui hingga Juli 2018 juga sebanyak 2137 anak-anak termasuk 221 anak perempuan diselamatkan dan diserahkan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berbeda untuk dipertemukan dan dipersatukan kembali dengan keluarga mereka. Untuk kemanan penumpang RPF bisa dihubungi selama 24×7 dan membatu terkait kemanan penumpang.