Terdengar ‘ajaib’ pada kasus penumpang gelap yang bertengger di ruang roda pesawat, mencerminkan aksi nekat tapi juga mengundang salut karena keberanian yang luar biasa dari pelakunya. Tapi itu di udara, bagaimana dengan aksi serupa tapi di lautan? Belum lama ini diwartakan tiga pria selamat dari perjalanan 11 hari dengan bertengger di atas bilah kemudi (rudder blade) kapal tanker, dalam perjalanan dari Nigeria ke Kepulauan Canary di Spanyol.
Baca juga: Delapan Kisah Penumpang Gelap Sembunyi di Roda Pesawat, Empat Di Antaranya WNI
Dikutip dari washingtonpost.com (29/11/2022), Penjaga Pantai Spanyol mengatakan pada hari Senin lalu, ketiga penumpang gelap, mengangkangi sepotong logam sempit pada rudder blade pada kapal tanker Alithini II yang berbendera Malta.
Kapal tanker itu meninggalkan Lagos, Nigeria, pada 17 November 2022. Menurut situs pelacakan kapal Marine Traffic. Kapal tanker itu tiba Senin malam di Las Palmas, Gran Canaria — salah satu Kepulauan Canary Spanyol, yang terletak di lepas pantai Afrika Utara. Jarak antar kedua pelabuhan itu terpisah hampir 3.000 mil.
Dalam sebuah foto yang dibagikan oleh penjaga pantai Spanyol di Twitter, ketiga pria itu duduk di bagian kemudi kapal yang menonjol dari air, punggung mereka bersandar di lambung kapal.
Sebuah kapal penyelamat penjaga pantai menjemput orang-orang itu dan membawa mereka ke pelabuhan Las Palmas untuk dirawat oleh layanan kesehatan. Para penyintas berasal dari Nigeria, kata delegasi pemerintah Spanyol di Kepulauan Canary kepada Associated Press. Salah satunya masih dirawat di rumah sakit.
Lebih dari 165.000 migran gelap dari Afrika, yang banyak dari mereka mencari suaka, telah tiba di Eropa tahun ini, jumlah tertinggi sejak 2017, ketika tercatat 187.499, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi.
Hampir 30.000 migran telah tiba di Spanyol pada tahun 2022, menurun dibandingkan beberapa tahun terakhir, menurut data dari UNHCR, badan pengungsi PBB. Lebih dari 14.000 di antaranya telah mendarat di pantai Kepulauan Canary, sering kali dengan perahu reyot yang penuh sesak.
Baca juga: Sembunyi di Roda Pendaratan Pesawat, Penumpang Gelap Asal Guatemala Ditangkap di AS
Pandemi dan penutupan perbatasan mendorong pencari suaka dan migran untuk mengambil rute yang lebih berbahaya dari Afrika ke Eropa, banyak di antaranya dengan bantuan penyelundup. Hampir 2.000 orang tewas tahun ini di rute maritim Mediterania dan barat laut Afrika saat mereka berusaha mencapai Eropa.