Sampai saat ini para pengemudi ojek online atau ojol masih belum bisa mengangkut penumpang. Mereka hanya bisa mengangkut barang ataupun makanan yang dipesan oleh para pengguna aplikasi. Namun bagaimana jika nantinya kehidupan baru atau new normal sudah mulai dijalankan dan para ojol bisa kembali mengangkut penumpang?
Baca juga: PSBB Berlaku di Jakarta, Inilah Kebijakan GoJek dan Grab untuk Mudahkan Mitra Pengemudi
KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, beragam ide kemudian hadir agar ojol bisa mengangkut penumpang dan beradaptasi dengan kehidupan baru. Ide-ide ini sendiri hadir agar para pengemudi ojol bisa beroperasi secara normal dan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.
Salah satu ide yang muncul adalah dengan sebuah sekat partisi yang disematkan antara pengemudi dan penumpang ojol. Sekat ini berbahan akrilik dan kehadirannya diharapkan bisa mengurangi kontak langsung dengan pengemudi.
Bahkan salah satu ride hailing di Indonesia yakni Grab mulai membuat partisi akrilik ini. Ketua Presidium Nasional Garda (Gabungan Aksi Roda Dua) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, adanya sekat partisi sendiri merupakan satu protokol agar ojol bisa kembali angkut penumpang.
Dia mengatakan hal ini menambah protokol yang sudah ada dengan himbauan penumpang membawa helm sendiri dan pengemudi membawa basic hygiene pribadi yakni sabun cuci tangan atu handsanitizer serta menjaga kebersihan atribut dan diri pribadi. Namun, sayangnya sekat partisi ini tidak dihadirkan oleh pengusaha melainkan para pengemudi harus membelinya sendiri dan harga akan disesuaikan dengan kemampuan mereka.
“Kita belum bicara cara dapetin sekat, produksi butuh anggaran karena masih mandiri. Kita gandeng perusahaan swasta itu kan butuh biaya, nah si driver beli,” ujar Igun yang dikutip dari okezone.com.
Dia menambahkan, bila Pemerintah menyetujui penggunaan sekat partisi dan dianggap sebagai protokol kesehatan ketika new normal, maka para pengemudi harus memilikinya.
Tapi, apakah sekat partisi ini aman ketika digunakan para pengemudi ojol? Ternyata sekat partisi dari akrilik tersebut bisa menghambat laju sepeda motor dan bisa berefek negatif saat dipakai di jalanan.
“Menurut saya penggunaan partisi akan menambah tahanan angin, keseimbangan motor bisa lebih berat,” ujar Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), yang dikutip dari kompas.com.
Baca juga: DPR Minta Aplikator Tak Potong Ongkos Kirim Ojol 20 Persen di Masa Pandemi
Dia menambahkan, masker, helm dan jaket sebenarnya sudah membatasi penyebaran virus. Sony mengatakan, menjaga kebersihan helm, jaket, dan masker jadi cara yang lebih efektif untuk menghindari penyebaran virus corona di kalangan ojek online.
“Bicara physical distancing itu benar, tapi kurang smart. Jadi dari sisi safety akan mengganggu walaupun dari sisi kesehatan terlihat baik,” tambahnya.