PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) sudah mulai mempersiapkan seluruh armadanya untuk beroperasi. Untuk Nataru kali ini ada 26 kapal trayek nusantara dengan kapasitas 55.668 pax dan kapal perintis untuk melayani masyarakat yang berada di daerah Tertinggal, Terpencil, Terdepan dan Perbatasan (T3P).
Baca juga: Ikuti Lion Air, PT Pelni Terapkan Sistem Bagasi Berbayar, Cek Ketentuannya di Sini!
Bahkan dikabarkan salah satu kapal perintis untuk angkutan Nataru tidak bisa beroperasi karena adanya kebocoran uap gas dari tangki bahan bakar. Namun hal ini langsung ditindak dengan cepat agar operasional dan pelayanan tak terganggu.
“Mengenai pemberitaan terkait KM Sabuk Nusantara (Sanus) 90, kepala cabang kami yang dalam hal ini cabang Kupang telah datang langsung ke lokasi dan melakukan pengecekan di atas kapal bersama Nakhoda dan KKM kapal. Tim kami bergerak cepat sejak semalam agar kapal dapat beroperasi dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat di periode nataru ini,” kata Corporate Secretary PT Pelni Yahya Kuncoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan pers, Rabu (18/12/2019).
Yahya menambahkan, saat ini seluruh permasalahan telah selesai ditindaklanjuti dan meyakini bahwa perbaikan kapal telah selesai.
“Pagi ini telah dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan bahwa KM Sanus 90 telah dilakukan perbaikan dan dinyatakan aman bagi penumpang yang akan menggunakan kapal tersebut. Sebagai perusahaan transportasi, aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang merupakan prioritas utama kami,” tegas Yahya.
Adapun KM Sanus 90 direncanakan akan melakukan perjalanan pada Jumat (20/12/2019) dari Kupang menuju Ndao. Kapal tersebut memiliki rute pelayaran Kupang-Ndao-Sabu-Raijua-Ende-P.Ende-Waiwole-Waingapu-Mamboro (PP). Selain KM Sanus 90, terdapat beberapa kapal printis yakni KM Sanus 67 dengan rute Kupang-Naikilu-Wini-Lirang-Kisar-Romang-Leti-Mos-Lakor-Luang-Sermata-Tepa-Saumlaki (PP), KM Sanus 108 dengan rute Kupang-Mananga-Lewoleba-Balauring-Baranusa-Kalabahi-Atapupu (PP), serta KM Sanus 104 yang menyinggahi Kupang dengan rute Saumlaki-Dawera/Dawelor-Tepa-Bebar-Lelang-Moa-Leti-Kisar-Romang-Arwala-Lerokis-Upisera-Ilwaki-Kupang (PP).
Selain itu, terdapat beberapa kapal penumpang yang melalui wilayah Kupang, yaitu KM Umsini, KM Bukit Siguntang, KM Awu, dan KM Sirimau. Dalam pembelian tiket kapal pun, Yahya mengimbau agar calon penumpang merencanakan perjalanan jauh-jauh hari dan menghindari calo yang menawarkan tiket Pelni apalagi yang berangkat dari Batam menuju Belawan yang menjadi rute paling padat penumpang.
Diketahui, PT Pelni mengerahkan satu kapal tambahan, KM Dorolonda untuk membantu KM Kelud sebagai kapal yang reguler melayani rute Tanjung Priok-Tanjung Balai Karimun-Batam-Belawan. Pada situasi normal, KM Dorolonda melayani rute timur, mulai dari Tanjung Priok hingga pelabuhan terjauh di Bitung, Manado, Sulawesi Utara.
Menimbang lonjakan penumpang Batam arah Belawan menjelang Natal, khusus untuk KM Kelud akan dioperasikan tiga kali pulang pergi pada tanggal 19, 21 dan 23 Desember 2019. Rata-rata penumpang Kapal Pelni yang naik dari Batam merupakan pekerja yang berasal dari Medan dan sekitarnya.
Baca juga: Pelni Hadirkan WiFi Gratis di 18 Armada Kapalnya
Selama periode Angkutan Nataru, sesuai izin Kementerian Perhubungan RI, seluruh Kapal Pelni mendapatkan dispensasi/tambahan dari kapasitas seat terpasang. Untuk KM Kelud, penumpang yang diangkut dapat mencapai 3.865 penumpang dari kapasitas 2.607 penumpang.