Sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk mendukung gerakan Earth Hour 2019 yang jatuh pada tanggal 30 Maret mendatang, PT MRT Jakarta bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan konferensi pers pada Rabu (27/3/2019). Sebelumnya, patut diketahui bahwasanya gerakan Earth Hour ini diinisiasi oleh World Wildlife Fund (WWF) , dan di Indonesia sendiri, gerakan ini sudah dimulai sejak tahun 2009 silam.
Baca Juga: Mulai 25 Maret, MRT Jakarta Kenakan Tiket Meski Masih “Gratis”
Puncak Earth Hour 2019 tahun ini juga sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu pada pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Nah, dalam menyambut gerakan ini, sejumlah operator moda transportasi berbasis massal di Jakarta seperti MRT Jakarta dan TransJakarta sudah punya rencananya masing-masing guna mendukung gerakan ini.
Sebagaimana yang dilontarkan oleh Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhammad Kamaludin, PT MRT Jakarta sangat mendukung gerakan yang dilakukan oleh para relawan yang tersebar di seluruh Indonesia ini.
“Salah satu bentuk dukungan kami terhadap Earth Hour 2019 ini adalah dengan cara mematikan satu lampu di salah satu sudut stasiun kami – di total 13 stasiun yang ada saat ini,” ujar Muhammad Kamaludin di hadapan awak media, Rabu (27/3/2019) di Stasiun MRT Dukuh Atas.
Dirinya menjamin bahwa apa yang sudah menjadi putusanperusahaan ini tidak akan mengganggu operasional MRT Jakarta secara keseluruhan, “dan tentu saja tetap safety,”
Tidak hanya berhenti sampai di situ, ternyata MRT Jakarta juga memberlakukan optimalisasi energi berkelanjutan di setiap stasiunnya. Muhammad Kamaludin mengambil contoh nursery room dan kamar mandi (rest room) yang menggunakan semacam sensor.
“Jadi kalau ada penggunanya (nursery atau rest room), maka lampu akan menyala. Jika tidak ada yang menggunakan, maka lampunya akan mati,” terang Muhammad Kamaludin.
Lain cerita dengan PT Transportasi Jakarta yang membawa bendera TransJakarta dalam konferensi pers ini. Dihadiri langsung oleh Agung Wicaksono selaku Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, ia mengatakan bahwa salah satu bentuk dukungan langsung terhadap penurunan emisi gas rumah kaca untuk mengurangi dampak perubahan iklim ini adalah dengan menggunakan armada bus listrik yang sebelumnya dipamerkan pada pagelaran Busworld South East Asia 2019, 20-22 Maret kemarin.
Baca Juga: BYD K9 – Inilah Bus Listrik untuk Koridor 13 TransJakarta
“Ke depannya, bahkan electric mobility bisa menjadi pilihan untuk menekan lagi emisi, dengan melalui uji coba terlebih dahulu,” ujar Agung.
Selain itu, Agung juga tidak lupa menghimbau kepada warga Ibukota untuk mulai meninggalkan kendaraan pribadi mereka dan beralih menggunakan moda transportasi umum.
“Emisi CO2 dari transportasi berkontribusi sampai 46 persen terhadap emisi di perkotaan, apalagi kalau menggunakan kendaraan pribadi. TransJakarta berjuang untuk memudahkan warga naik transportasi massal dengan mengintegrasikan rute dan haltenya dengan MRT, LRT, dan KRL.” Tutupnya.