Makanan atau in flight meals, menjadi salah satu layanan yang ada dalam sebuah penerbangan jarak jauh. Namun, bagaimana pembuatan makanan tersebut selama masa pandemi Covid-19? Ternyata salah satu maskapai Belanda yakni KLM kini menggunakan teknologi robot untuk membuat makanan yang disajikan di pesawat.
Baca juga: Gandeng Hyundai Robotics, Restoran KFC Gunakan Robot untuk Goreng Ayam
Bahkan belum lama ini robot produksi makanan ICA M-class (Economy Class) di KLM Catering Service (KCS) tersebut baru saja dibuka dan diresmikan oleh CEO KLM Pieter Elbers. Di mana teknologi robot ini akan memproduksi makanan untuk penumpang di kelas ekonomi.
KabarPenumpang.com melansir dari laman futuretravelexperience.com (29/9/2020), kehadiran teknologi robot baru tersebut dengan latar belakang pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Elber menyebutkan, KCS akan menyediakan layanan katering untuk KLM ROyal Dutch Airlines.
Tak hanya itu, dirinya mengaku bahwa pihak KLM tidak pernah bisa membayangkan kesulitan tersebut pada saat keputusan diambil beberapa tahun lalu. Elber menjelaskan, dengan robot ini, maka produksinya juga dua kali lipat dibanding sistem sebelumnya, yakni 30 ribu unit.
“Ini mewujudkan inovasi dan investasi hebat di masa depan. Kami sekarang hanya menggunakan sebagian kecil dari kapasitas 30 ribu makan sehari. Meskipun demikian, saya senang kami telah mengambil langkah ini. Bagaimanapun, kita harus terus berinovasi dan melihat ke masa depan terutama sekarang!” ujar Elbers.
Sistem robotik baru mengurangi biaya penanganan dan mempermudah proses penyesuaian pada baki makanan. Hal ini tidak hanya membuat produksi lebih murah, tetapi juga lebih fleksibel dan berorientasi pelanggan karena lebih banyak jenis produk dapat ditutup pada berbagai jenis baki.
Bahkan robot juga memungkinkan untuk memenuhi berbagai permintaan khusus secara efisien. Maarten Stienen, Managing Director, KCS mengatakan, hal tersebut penting untuk berinovasi dan berintegrasi pada masa-masa sulit ini.
Stienen menambahkan, bahwa hal tersebut berfungsi untuk meningkatkan kualitas produk mereka.
“Saya sangat bangga bahwa KCS adalah satu-satunya perusahaan katering di dunia yang menerapkan mekanisasi seperti itu,” ujar Stienen.