Qatar Airways mengklaim jadi maskapai pertama di dunia yang menguji penggunaan aplikasi IATA Travel Pass untuk otentikasi (autentikasi) kartu vaksinasi dan hasil tes PCR. Dengan begitu, penumpang tak perlu lagi repot-repot membawa keduanya untuk mengurangi adanya interaksi dan sentuhan. Tetapi, benarkah mereka yang pertama?
Baca juga: Tak Perlu Bawa Surat Hasil Test Covid-19 atau Vaksin, Emirates Gandeng IATA Hadirkan Travel Pass
Dari keterangan resmi maskapai yang diterima KabarPenumpang.com, uji coba IATA Travel Pass ini dimulai dari kalangan internal, dalam hal ini kru kabin. Teknisnya, seluruh kru kabin yang hendak kembali ke Doha dari Kuwait, London, Los Angeles, New York, Paris, dan Sydney wajib mengunggah hasil tes PCR dan sertifikat vaksinasi ke aplikasi tersebut sebagai syarat.
Sesampainya di Doha, kru kabin dapat melenggang bebas setelah menunjukkan unggahan tersebut ke petugas imigrasi.
“Meskipun ada tantangan signifikan yang ditimbulkan pandemi pada penerbangan internasional, kami terus menjadi pemimpin dalam mengadopsi teknologi dan inovasi baru untuk memastikan pengalaman perjalanan yang aman, terjamin, dan lancar. untuk penumpang kami,” kata CEO Qatar Airways, Akbar Al Baker
“Qatar Airways dengan bangga memimpin dengan menjadi maskapai pertama yang menguji otentikasi vaksin COVID-19 melalui Aplikasi Seluler ‘Paspor Digital’ IATA Travel Pass,” lanjutnya.
“Saya ingin berterima kasih secara khusus kepada Kementerian Kesehatan Masyarakat Qatar, Kementerian Dalam Negeri, Primary Health Care Corporation and Hamad Medical Corporation, yang tanpa dukungan mereka, percobaan ini tidak akan mungkin terjadi,” tambahnya.
Sementara itu, Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA, mengkonfirmasi bahwa salah satu dari tiga maskapai terbesar asal Timur Tengah itu benar sebagai maskapai pertama di dunia yang menguji verifikasi sertifikat vaksinasi dan hasil tes PCR melalui IATA Travel Pass. Ini diharapkan dapat menjadi win-win solution bagi traveler, pemerintah, maupun maskapai.
Hanya saja, IATA juga mengungkapkan bahwa saat ini, ada sekitar 70 maskapai lain yang mengujicoba aplikasi tersebut. Tak disebutkan dengan rinci memang, tetapi salah satunya ialah Emirates.
Baca juga: 1 Mei 2021, Singapura Resmi Gunakan IATA Travel Pass untuk Data Covid-19 Pelancong
Kompetitor terberat Qatar Airways dari Timur Tengah itu diketahui sudah berencana menguji verifikasi sertifikasi vaksinasi dan hasil tes PCR Covid-19 melalui IATA Travel Pass.
Bahkan, Emirates menawarkan lebih dimana penumpang secara otomatis masuk ke dalam sistem check in. Meski dimudahkan dengan Travel Pass, penumpang tetap harus membawa dokumen mereka seperti paspor dan visa yang relevan serta yang lainnya. Jika sudah begini, siapa sebetulnya yang pertama, Qatar Airways atau Emirates?