Perjalanan masyarakat dari Palembang, Sumatera Selatan yang hendak ke Stasiun Gambir di Jakarta Pusat, akan dimudahkan dengan kehadiran bus Damri seri eksekutif. Kehadiran pelayanan ini karena PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggandeng Perum Damri untuk menintegrasikan kedua moda transportasi darat tersebut.
Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan Penumpang, PT KAI Usulkan KRL Kelas Premium
Dikutip KabarPenumpang.com dari kai.id (14/12/2018), kerja sama kedua BUMN ini memungkinkan penumpang yang menggunakan kereta api dari Stasiun Kertapati, Palembang menuju Stasiun Tanjung Karang, Lampung. Kemudian dari Stasiun Tanjung Karang, penumpang kereta akan melanjutkan perjalanan ke Stasiun Gambir dengan bus hanya dengan satu tiket atau single ticketing yang bisa dipesan melalui aplikasi KAI Access.
Tak hanya itu, selain melalui KAI Access pembelian tiket terusan bisa dilakukan di loket Damri Tanjung Karang, loket Stasiun Tanjung Karang maupun melalui aplikasi penjualan tiket kereta api lainnya.

“Kerja sama ini memungkinkan masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api dari Stasiun Kertapati, Palembang menuju Stasiun Tanjungkarang, Bandar Lampung, dan dilanjurkan dengan moda transportasi bus hanya dengan satu tiket atau single ticketing,” kata VP Humas PT KAI Agus Komarudin yang dihubungi KabarPenumpang.com, Selasa (18/12/2018).
Adapun pola perjalanan moda transportasi terusan ini dimulai dari KA Sriwijaya yang berangkat dari Stasiun Kertapati pukul 21.00 WIB dan sampai di Stasiun Tanjungkarang pukul 06.10 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan angkutan Bus Damri kelas eksekutif dengan keberangkatan pukul 08.00 WIB. Diperkirakan, armada bus sampai di Stasiun Gambir pada pukul 15.00 WIB.
Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh calon penumpang dengan tiket terusan ini adalah setelah penumpang KA Sriwijaya turun di stasiun Tanjung Karang, diharapkan datang di pool Damri Tanjung Karang 30 menit sebelum jadwal keberangkatan armada. Tiket angkutan terusan tersebut dapat diubah jadwal dan dibatalkan.
Dalam hal keterlambatan kedatangan KA Sriwijaya sehingga penumpang angkutan terusan tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Bus Damri keberangkatan pukul 08.00 WIB, maka penumpang dialihkan dengan keberangkatan angkutan terusan berikutnya pukul 10.00 WIB. Atau apabila penumpang tidak mau dialihkan, maka bea angkutan Bus Damri akan dikembalikan oleh pihak Damri kepada penumpang angkutan terusan sebesar 100 persen. Pengembalian bea secara tunai atas tarif Bus Damri tersebut dilakukan di counter Damri dengan menyerahkan boarding pass.
Baca juga: Perluas Jangkauan, LRT dan Trans Musi Terapkan Tiket Terusan
“Program Angkutan terusan KAI-Damri ini untuk meningkatkan layanan tambahan bagi para pelanggan KAI, dimana dengan adanya layanan angkutan interkonektivitas antara Kereta Api dan Bus Damri, diharapkan dapat memudahkan para pengguna jasa transportasi dalam melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan dengan tarif terjangkau menuju kota-kota lain yang terintegrasi dalam satu tiket,” kata EVP Divre IV Tanjungkarang, Sulthon Hasanudin.