Progres MRT Jakarta Tak Terlalu Signifikan, Rolling Stock Terlambat Tiba Karena Kendala Cuaca

Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim saat akan meninjau stasiun Dukuh Atas (KabarPenumpang.com)

Progres pengerjaan jalur Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta terlihat tak terlalu signifikan, hingga kini totalnya 92,50 persen dengan pembagian 95,83 persen di underground dan 89,19 persen di elevated. Apalagi ditambah Rolling stock atau kereta MRT terlambat datang yang seharusnya tiba akhir Maret menjadi awal April 2018 mendatang.

Baca juga: PT MRT Jakarta Tambahkan Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis ke Jajaran Direksi

Direktur Utama MRT William Sabandar mengatakan, keterlambatan ini bukannya disengaja, melainkan karena adanya cuaca buruk dalam perjalanan dari Jepang. “Harusnya kereta sudah sampai akhir Maret ini, kendalanya ada cuaca buruk di Laut Cina Selatan, sehingga kereta terlambat sampai di Jakarta. Kemungkinan awal April kereta ini sudah bisa sampai di depo Lebak Bulus,” ujar William di Metro Coffee, Rabu (28/3/2018).

Fakta terbaru yang didapatkan KabarPenumpang.com adalah pemasangan screendoor di undergroud sudah dimulai. Sabandar mengatakan, pemasangan screendoor yang sudah jelas terlihat yakni di Stasiun Senayan.

“Stasiun Senayan sudah jelas terlihat pemasangan screendoornya dan kacanya sudah ada. Untuk stasiun lainnya dalam tahap pemasangan seperti di Dukuh Atas ini,” ujarnya lagi.

Saat ini kereta yang dikirim dari Jepang sebanyak dua rangkaian, untuk rangkaian ketiga hingga 16 masih dalam proses manufaktur. Sabandar mengatakan, kereta lain akan menyusul pengirimannya pada Juni 2018 mendatang.

Terkait dengan adanya Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Silvia Halim mengatakan, pengerjaan MRT akan terus berjalan untuk bagian underground sedangkan untuk elevated atau di atas akan meminimalisir pengerjaan atau dihentikan sementara.

“Underground ini tidak terganggu, sehingga pengerjaan akan tetap berjalan. Untuk yang elevated mungkin kita akan meminimalisir pengerjaannya. Soalnya kita juga tidak mau mengganggu proyek pengerjaan,” ujar Silvia kepada KabarPenumpang.com di stasiun MRT Dukuh Atas.

Baca juga: PT MRT Jakarta Tambahkan Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis ke Jajaran Direksi

Dia menambahkan, pengerjaan tersebut tetap terlaksana, sebab ada target untuk selesai dan beroperasi pada Maret 2019 mendatang. Diketahui, untuk proses pengerjaan depo Lebak Bulus saat ini sudah siap untuk menerima rolling stock MRT, meski masih dalam tahap penyelesaian workshop dan railwaysistem.

“Depo kita sudah siap menerima rolling stock, saat ini hanya tinggal penyelesaian workshop dan railwaysistem,” tutur Silvia.