Sunday, April 6, 2025
HomeAnalisa AngkutanPrahara Ide Kokpit Dilengkapi Kamera Video, Ditentang Pilot-FAA Tapi Direkomendasikan ICAO

Prahara Ide Kokpit Dilengkapi Kamera Video, Ditentang Pilot-FAA Tapi Direkomendasikan ICAO

Black box sudah pasti sangat dicari ketika kecelakaan pesawat terjadi. Sebab, di dalamnya terdapat dua data, yaitu cockpit voice recorder (CVR) dan flight data recorder (FDR). Dalam keadaan normal, keduanya sudah cukup membantu penyidik mengungkap penyebab kecelakaan.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Pintu Kokpit Cegah Pembajakan? Berikut Ulasannya

Akan tetapi, ketika black box tak kunjung ditemukan, penyidik sudah pasti kesulitan. Karenanya, sebagian kalangan menilai, kokpit membutuhkan kamera video sebagai pelengkap black box.

Dilansir Simple Flying, pemasangan kamera video di kokpit pesawat kembali menggaung pasca desakan dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB). Menurutnya, data visual melalui kamera video tahan benturan sangat membantu penyidik mengungkap respon pilot saat terjadi kecelakaan, seperti yang belum lama ini terjadi di Indonesia, Ethiopia, dan Texas.

Selain itu, rekaman visual melalui kamera video atau sejenis CCTV di kokpit juga akan berguna ketika peristiwa misterius yang melibatkan pesawat terjadi, seperti Malaysia Airlines MH370 dan Germanwings flight 9525 yang jatuh di Pegunungan Alpen, Perancis, akibat kopilot berusia 27 tahun, Andreas Lubitz, diduga bunuh diri.

“Mewajibkan pesawat maskapai untuk memasang sistem perekam penerbangan tahan benturan pada semua pesawat bertenaga turbin, non-eksperimental, kategori nonrestricted yang baru diproduksi dan atau memerlukan retrofit pesawat yang ada dengan peralatan tersebut. Sistem perekam penerbangan yang tahan tabrakan harus merekam audio dan gambar kokpit dengan pemandangan di kokpit,” kata NTSB dalam sebuah pernyataan, beberapa waktu lalu.

Agar maskapai tak terlalu terbebani dengan biaya-biaya yang timbul, NTSB menyarankan agar operator menyediakan sendiri teknologinya.

Namun, desakan NTSB ditolak Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA). FAA berdalih hal itu akan memberatkan maskapai dan tentu saja mereka menolak hal itu. Lebih lanjut, kamera video di kokpit juga bersinggungan dengan masalah privasi, biaya, dan keamanan, serta sederet permasalahan lainnya.

Masalah privasi sebagai dampak pemasangan video kamera di kokpit juga disuarakan serikat pilot dunia. Tak hanya itu, kamera video di kokpit juga dikhawatirkan mempengaruhi cara pilot bekerja sehingga tidak baik untuk keberlangsungan penerbangan ke depan.

Kendati ditolak FAA dan serikat pilot dunia, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) justru mendukung pemasangan kamera video di kokpit. Organisasi yang berdiri pada tahun 1947 itu tercatat sudah membahas potensi kokpit dilengkapi kamera video sejak 1995 silam. Setelah lama tak terdengar, ICAO akhirnya mengeluarkan menulis pentingnya kelengkapan kamera video di kokpit dalam sebuah paper pada 2016 lalu.

“Ketersediaan rekaman video tentang situasi di kokpit yang dimiliki penyidik dapat secara efisien mempercepat proses investigasi, untuk menentukan secara eksplisit penyebab kecelakaan dan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap kesimpulan dari komisi investigasi,” tulisnya.

Baca juga: Mengapa Kokpit Disebut Kokpit? Inilah Jawaban dari 3 Teori Termasyhur

Ketika itu, ICAO disebut mewajibkan seluruh pesawat untuk melengkapi kokpit dengan kamera video. Namun, lembaga aviasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan hanya sekedar meminta komentar atas hal tersebut.

Hingga kini, ICAO belum membahas lebih lanjut terkait butuh tidaknya pesawat dilengkapi kamera video di kokpit, berlanjut kepada pelaksanaan secara serempak di seluruh dunia.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru