Setelah pemerintah menurunkan level PPKM dari level 4 menjadi level 3, penumpang MRT Jakarta meningkat cukup drastis yakni 142 persen. Di mana jumnlah tersebut naik dari 12 Agustus – 29 Agustus 2021 dengan total penumpang harian 7.061 orang.
Baca juga: Jumlah Penumpang Turun Drastis Selama PPKM, MRT Jakarta Genjot Pendapatan Non Fare Box
Hal ini dikakatakan oleh direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar saat forum jurnalis, Selasa (31/8/2021). Dia mengatakan, meski begitu pengembangan bisnis di masa pandemi ini dimaksimalkan dari pendapatan non farebox karena jumlah penumpang yang belum kembali normal seperti semula meski sudah ada peningkatan.
“Kita tidak bisa mengandalkan tiket saja. Salah satu terobosan kita tambah satu lagi mitra periklanan yakni PT Trimedia Imaji Rekso sebagai mitra strategis di pedestrian. Ini menggunakan cooling tower dan ventilasi di MRT Jakarta fase 1,“ ujarnya.
Selain itu, untuk Co-working space juga sudah bisa digunakan. Namun William menjelaskan, di masa pandemi ini masih digunakan untuk event dari MRT Jakarta dan belum di sebarkan untuk masyarakat.
“Di Co-working space BHI sudah jadi, koordinasi penggunaannya lihat situasi pandemi Covid. PPKM sudah turun level, kita tunggu arahan Dishub untuk melakukan pergerakan orang dan anytime bisa dibuka. Yang jelas kami buka untuk publik menunggu waktu yang tepat,“ ungkapnya.
Dia juga mengatakan, nantinya cara pemesanan untuk menggunakan Co-working space sendiri akan tertera di website maupun mobile app MRT Jakarta. Selain itu, direktur konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim menambahkan terkait proyek fase 2 CP203 yang mana saat ini tengah dilakukan rekayasa lalu lintas proyek.
CP203 dikatakan Silvia adalah pembangunan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota. Di mana rekayasa lalu lintas untuk Stasiun Glodok dimulai 20 September – 31 Desember 2021, sedangkan Stasiun Kota 1 September – 30 Oktober 2021.
“Pada pengerjaan CP203, untuk Stasiun Glodok rekayasa lalu lintas akan mulai dan pengerjaan yang dilakukan MRT Jakarta adalah pembongkaran meidan jalan, relokasi pohon dan utilitas serta konstruksi halte sementara untuk TransJakarta,“ jelas Silvia.
Sedangkan untuk Stasiun kota ada dua tahap rekayasa lalu lintas yakni tahap 0 dan tahap 1. Di mana pada tahap 0, Silvia mengatakan akan melakukan pekerjaan dengan merelokasi utilitas dan drainase kota, pelebaran jalan, relokasi pos polisi sub sektor Glodok dan preconstruction survey.
Sedangkan tahap 1 akan dilakukan pembongkaran median, relokasi pohon dan ekskavasi arkeologi. Kadishub DKI Syafrin Liputo menambahkan, rekayasa lalu lintas CP203 pihaknya membantu untuk penertiban di Jalan Pancoran dan memindahkan parkir liar ke parkiran ex Glodok. Nantinya jugal Jalan Pinangsia 1 akan dibuat menjadi satu arah.
Selain itu ada pengurangan satu lajur reguler dan untuk TransJakarta tetap tidak ada perubahan. Sedangkan untuk jalur di Stasiun Glodok, ada pergeseran jalur TransJakarta dengan dua arah akan ada pengurangan satu jalur masing–masing sehingga menyisakan empat jalur kanan dan empat jalur kiri yang mana TransJakarta akan menyatu dengan jalur reguler.
Baca juga: PPKM Darurat: TransJakarta dan MRT Jakarta Lakukan Pembatasan Penumpang serta Jam Operasional
“Kita lakukan sosialisasi secara masif. Jalan Pintu Besar selatan akan ada satu arah ke arah utara sehingga menampung pergerakan lalu lintas dari selatan ke utara agar tidak ada pemadatan lalu lintas selama rekayasa ini,“ ungkap Syafrin.