Setelah pisah alias pecah kongsi dengan PT Garuda Indonesia, Sriwijaya Air mulai fokus memulihkan operasional penerbangannya. Direktur Operasional Sriwijaya Air Didi Iswandy mengatakan, ada kemungkinan pihak maskapai membuka sejumlah rute yang sempat tak lagi diterbangi ketika bersama Garuda Indonesia.
Baca juga: Setelah Sempat Rujuk, Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Resmi Pecah Kongsi
Dia mengatakan, polemik yang terjadi dengan Garuda Indonesia November 2018 kemarin membuat mereka tak lagi menerbangi rute Jakarta – Malang, Jakarta – Tanjung Karang dan Jakarta – Banyuwangi.
“Kami masih mengantongi izin rute dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk tiga destinasi tersebut,” ujar Didi yang dikutip KabarPenumpang.com dari tempo.co (21/1/2020).
Dia mengatakan, jika sewaktu-waktu Sriwijaya akan menerbangkan pesawat mereka kembali ke rute-rute itu, pihak regulator telah memberikan keleluasaan. Namun saat ini dikatakan Didi, rute tersebut masih ditutup untuk sementara dan Sriwijaya Air perlu mengaktifkan kembali pesawat-pesawat milik mereka.
Didi menambahkan, saat ini ada sepuluh dari 24 pesawat yang mandek beroperasi karena dalam perawatan. Secara bertahap nantinya, Sriwijaya akan kembali mengaktifkan seluruh armada mereka pada akhir 2020 sehingga rute-rute lama serta frekuensi penerbangan bisa pulih kembali.
“Pada 2020 nanti, frekuensi kami kembali ke angka 140 penerbangan. Saat kisruh dengan Garuda Indonesia pada November lalu kan tinggal 30 penerbangan,” tuturnya.
Saat ini, Sriwijaya Air sudah berhasil mengembalikan frekuensi penerbangan ke angka 71. Diketahui, awal mula Sriwijaya Air bekerja sama dengan Garuda pada 16 Desember 2018 lalu.
Sriwijaya Air memutuskan mengakhiri kerja sama manajemen dengan Garuda Indonesia pada November 2019 lantaran alasan ekonomi. Saat pisah dengan Garuda Indonesia, jumlah armada Sriwijaya yang siap melayani penumpang melorot 60 persen. Market share atau pangsa pasar mereka pun turun dari sepuluh persen menjadi tujuh persen.
Baca juga: Damai! Sriwijaya Rujuk Dengan Garuda Untuk Tiga Bulan ke Depan
Sebagai langkah untuk membenahi kondisi manajemen, Sriwijaya Air lalu menggandeng bengkel pesawat dari enam perusahaan untuk memulihkan beberapa armadanya. Pada Januari awal, perusahaan milik keluarga Chandra Lie itu berhasil memulihkan lima pesawat sehingga total pesawat Sriwijaya Air yang beroperasi per awal Januari menjadi 14 unit.