Sunday, April 6, 2025
HomeAnalisa AngkutanPesawat Qantas Terbang Dua Jam dan Mendarat dengan Satu Mesin, Bagaimana Bisa?...

Pesawat Qantas Terbang Dua Jam dan Mendarat dengan Satu Mesin, Bagaimana Bisa? Ini Penjelasannya

Mesin pesawat Boeing 737-800 Qantas dilaporkan rusak saat tengah terbang di atas lautan menuju Sydney, Australia. Sempat menyatakan Mayday, sebelum turun menjadi Pan-Pan, pilot memutuskan terus terbang selama dua jam dan sukses mendarat di bandara tujuan dengan hanya satu mesin. Kenapa bisa? Secara teori, pesawat mendarat dengan satu mesin sangat mungkin.

Baca juga: Kenapa Pilot Tak Banyak Memberikan Informasi Saat Terjadi Insiden? Inilah Alasannya

Seperti biasa, sebelum lepas landas, pesawat sudah menjalani serangkaian pengecekan ketat dari tim terkait, mulai dari post flight check atau saat pesawat selesai menjalani penerbangan dan sebelum pesawat memulai penerbangan berikutnya atau pre-flight check.

Ketika lepas landas dari Bandara Auckland, Selandia Baru, sampai beberapa menit setelahnya, dimana ini adalah masa-masa paling kritis yang sangat berisiko menyebabkan terjadinya kecelakaan, pesawat juga tidak menunjukkan tanda-tanda terjadinya kerusakan.

Barulah setelah mencapai ketinggian jelajah atau sekitar satu jam penerbangan dari bandara awal, pilot melaporkan ke ATC keadaan darurat atau Mayday lantaran kerusakan pada salah satu mesin. Mayday berarti sebuah pesawat membutuhkan bantuan mendesak dan berada dalam bahaya besar. Biasanya ini disegerakan mendarat.

Beberapa waktu berselang, pilot menurunkan status menjadi Pan-Pan yang artinya kemungkinan membutuhkan bantuan.

Alih-alih mendarat darurat di bandara terdekat, pilot Qantas Flight 144 rute Auckland-Sydney memutuskan terus melanjutkan penerbangan. Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di bandara tujuan setelah menempuh dua jam lebih perjalanan dengan hanya satu mesin.

Menariknya, saat mesin pesawat rusak (dan langsung dimatikan sebelum terjadi kebakaran) serta melanjutkan penerbangan dengan satu mesin sampai mendarat di bandara tujuan, penumpang tak diberitahu apapun oleh pilot maupun awak kabin.

Hanya beberapa penumpang, saat diwawancarai Reuters, mengungkapkan terdengar beberapa kali ledakan dan terjadi beberapa kali turbulensi. Tapi tak satupun yang mengetahui mesin pesawat mati karena tak ada tanda apapun yang menegangkan seperti mesin kebakaran dan lain sebagainya. Semua terlihat seperti biasa. Mereka baru diberitahu setelah turun dari pesawat

Dalam keterangan persnya, Qantas tidak merinci kerusakan pada mesin. Tetapi menyebut terbang dengan satu mesin aman dilakukan.

“Meski pemadaman mesin dalam pesawat jarang terjadi, dan secara alami akan mengkhawatirkan penumpang, pilot kami dilatih untuk mengelolanya dengan aman dan pesawat dirancang untuk terbang dalam waktu lama dengan satu mesin,” jelasnya.

Baca juga: Seberapa Jauh Pesawat Modern Terbang dengan Satu Mesin? Simak Jawabannya

Secara teori, pesawat sangat mungkin terbang aman dengan satu mesin. Diketahui, sebelum mulai beroperasi secara komersial membawa penumpang, pesawat sipil harus menjalani sertifikasi ETOPS atau Extended-range Twin-engine Operational Performance Standards atau disebut juga Extended Operations.

ETOPS sendiri memiliki beberapa kelas, mulai dari ETOPS 75, 90, 120/138, 180/207, hingga 370. Angka yang tertera di akhir merupakan durasi yang diijinkan untuk pesawat mengudara hanya dengan satu mesin.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru